This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label wisata dalam negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata dalam negara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 November 2017

Pesona Tempo Doeloe dari Semarang Old Town

Hai Sahabat Pesdu... Kali ini aku mau bagi informasi terkait wisata Semarang yang akhir-akhir ini menjadi primadona. Pertama kali saya lihat di media sosial, saya kira pedestrian tersebut ada di Bandung. Tapi ternyata di Semarang. Jadi lumayan dekat dengan kost-an (^^). Alih-alih pergi ke pasar, mampir dulu ke Kota Lama.
Lokasi menarik untuk penggemar selfie dan juga wisatawan di Kota Semarang kembali bertambah. Semarang Kreatif Galeri di kawasan Kota Lama yang menarik dengan jalur pedestriannya.

Lokasi yang berada di Jalan Letjen Suprapto yang tak jauh dari Gereja Blenduk, tepatnya di gedung kuno yang digunakan PT Telkom. Jika sore mulai tiba, banyak wisatawan yang datang dan mulai berpose di pedestrian depan gedung tersebut.

Baca juga :
Pesona Lawang Sewu Peninggalan Belanda
Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca
Kampung Pelangi Semarang yang Menarik Perhatian Dunia


Desain pedestriannya menarik karena luas dan memiliki berbagai hiasan. Perpaduan meja dan kursi antik di depan gedung juga menarik warga untuk nongkrong di sana. Jadi, jika kalian capek jalan buat nyari spot foto yang menarik, kalian bisa istirahat di kursi yang telah disediakan.

Nah... jika kalian sudah puas ber-swafoto di pedestrian, pengunjung bisa mengunjungi Semarang Kreatif Galeri. Yang terdapat berbagai barang hasil produksi UMKM di Semarang. Di sana juga, terdapat Keris Cafe yang menyediakan oleh-oleh tradisional dan jajan pasar dengan gaya cafe.

Tertarik mencoba pengalaman "tempo doeloe" dari Semarang Old Town? Langsung aja kesini kuy. Bisa email saya kalo mau ditemenin.... hehehe

-Salam Pesona Dunia : Afifah Saffa-
Share:

Selasa, 24 Oktober 2017

Kampung Pelangi Semarang Yang Menarik Perhatian Dunia

Kampung Pelangi di Semarang menarik perhatian pengguna media sosial di Indonesia hingga dunia. Namun apakah proyek senilai Rp3 milyar ini mampu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin di sekitarnya atau hanya sekedar tren foto Instagram saja?



Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir Kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun beberapa pekan terakhir, kampung ini berubah rupa, dan juga berganti nama: menjadi Kampung Pelangi yang penuhi warna-warni. 




Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar.
(Tapi) setelah perbaikan itu selesai pada Desember lalu, kita lihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan di belakangnya yang merupakan kawasan kumuh
Dari situlah muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan proyeksi anggaran sekitar Rp3 milyar. Namun proyek ini tidak bisa didukung oleh anggaran pemerintah karena tidak semua rumah di sana tergolong miskin, sehingga pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan, hingga uang pribadi. 

Menarik perhatian dunia
Ini tentu bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa.
Tapi foto-foto yang banyak diunggah di media sosial media asing ramai membicarakannya. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirrorhingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.
"The Tiny Rainbow Village That's Sparking an Instagram Craze (Kampung Pelangi yang kecil ini memicu kegilaan di Instagram)," kata situs fesyen Vogue.
"Dari perumahan reyot menjadi kampung pelangi: kota kumuh disulap menjadi tempat wisata populer berkat polesan cat," tulis Mirror.co.uk.


Banyak wisatawan lokal datang ke kampung ini terutama pagi dan menjelang sore. Lidia asal Bekasi misalnya tahu tentang kampung ini dari unggahan di media sosial. Dia kebetulan singgah di Semarang, dan akhirnya menyempatkan diri mampir, untuk melihat dan berselfie.
"Tidak beda jauh dengan foto-foto yang beredar, puas banget bisa sampai di kampung pelangi Semarang," katanya seperti dilaporkan oleh Erna Virnia, reporter Elshinta Semarang, mitra radio BBC Indonesia.
Lainnya mengaku senang karena bisa melihat langsung kampung berwarna-warni yang mirip dengan di kota Malang. "Senang, karena setahu saya adanya di Jawa Timur," kata Winda.

Agar tak lagi miskin
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa perbaikan di Kampung Pelangi ini diharapkan tak hanya sekedar luarnya saja. "Kami ingin mengubah sebuah wilayah yang terlihat kumuh dan sebagian warganya hidup di bawah garis kemiskinan, bisa menjadi perkampungan yang nyaman ditinggali dihuni dan kesejahteraan mereka menjadi lebih baik."
"Harapannya ini bisa menjadi role model pengentasan kampung miskin yang lain di Semarang," sambungnya. Setelah mengecatan tahap pertama rampung untuk sekitar 240 rumah, tahap dua akan dilakukan segera.
Hak atas foto Erna Virnia Image caption Setyaningsih menjual miniman dingin setelah banyak orang datang berkunjung.
Setyaningsih, warga kampung, mengatakan perubahan ini menguntungkan bagi ekonomi keluarganya. "Kampungnya jadi ramai, dulunya saya tidak jualan, sekarang jadi jualan, sudah tiga minggu," katanya yang menawarkan berbagai minuman dari dingin.
"Pengunjungnya malah tidak sabar tidak dibuka, belum dibuka sudah ada pengunjung. Pagi jam 6-7 sudah ramai, siang sepi, nanti menjelang sore ramai lagi. Sehari kira-kira dapat Rp200.000."
Proyek Kampung Pelangi belum sepenuhnya rampung karena sejumlah rumah masih terlihat kumuh dan rusak. Sekitar 100 rumah, menurut pemerintah kota, masih belum dicat dan pihaknya berencana untuk melakukan perbaikan segera.
Share:

Rabu, 12 Juli 2017

Wisata Ke Sentra Pembuat Shuttlecock Yang Melegenda

Shuttlecock atau di Indonesia biasa di sebut "kok" saja adalah salah satu elemen terpenting dalam olahraga bulutangkis. Kok berfungsi sama seperti bola dalam olahraga tenis yaitu sebagai bola yang dipukul atlet dengan berbagai macam tehnik pukulan menggunakan raket ke bidang permainan lawan melampaui net.

Berkaitan dengan hal tersebut, Djarum Badminton akan bercerita sedikit tentang satu daerah di Indonesia yang telah lama dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sentra produksi kok.
Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah, selain dikenal sebagai "eksportir" warung makan ke berbagai wilayah di bumi pertiwi, ternyata juga memiliki beberapa Dusun atau Kampung yang penduduknya mencari penghidupan dari aktifitas sebagai perajin kok. Diantaranya yakni Desa Lawatan, Dusun Serayu Kelurahan Panggung, Desa Dukuh Sampak, Desa Randu Gunting, dan Kalinyamat.
Kampung Lawatan selama ini secara alamiah menjadi sentra pembuatan kerajinan shuttlecock. “Apabila potensi yang ada dikelola dengan baik, otomatis desa itu lebih maju lagi. Produk hasil kerajinan tangan dengan bahan dasar bulu unggas khas Lawatan telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia,” terangnya. Dengan kondisi sekarang ini Desa Lawatan bisa dikembangkan menjadi salah satu kampung wisata industri yang berbasis pembuatan shuttlecock. Dia mengatakan, jumlah perusahaan besar yang memproduksi shuttlecock ada sekitar 15, untuk tingkat menengah ada sekitar 50 rumah produksi, sedangkan untuk kelas kecil mencapai 50 rumah produksi.
Perbedaan kelas tersebut berdasarkan jumlah produksinya per bulan. Apabila pengusaha besar dalam satu bulan bisa menyelesaikan hingga 8.000 slop per bulan. Kelas menengah rata-rata mampu memproduksi shuttlecock antara 1.500 slop sampai 2.500 slop per bulan, sedangkan pengusaha kecil hanya mampu memproduksi sekitar 500 slop per bulan. “Dengan melihat potensi yang ada, sebenarnya Lawatan bisa dijadikan sebagai kampung wisata industri, sehingga bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengangkat nama Kabupaten Tegal,” katanya.

Share:

Warso Farm, Surganya Pecinta Durian


Warso Farm merupakan salah satu objek wisata buah durian yang sangat terkenal di Bogor. Lokasinya terletak di Desa Cihedeung kecamatan Cipelang kabupaten Bogor. Dilahan perkebunan seluas 8,5 hektar ini terdapat 900 an pohon buah durian yang terdiri dari 19 jenis dan 7 varietas unggul seperti Monthong, Lay, Petruk, Sunan, Si Mas, Tembaga. Sisa lahan lainnya di tanami dengan berbagai macam buah seperti buah naga, nangkaa dan jambu monyet.

Di sini tersedia tempat bagi para pengunjung yang ingin membeli buah durian dan aneka makanan olahan durian untuk oleh-oleh. Waktu yang tepat bagi anda yang ingin mengunjungi Warso Farm adalah saat musim durian, yaitu mulai bulan Desember – Mei. Dan puncaknya musim durian adalah bulan januari-maret. Tempat ini selalu ramai di datangi oleh pengunjung. jam bukanya adalah pukul 7 pagi hingga 7 malam.

Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya/tiket masuk, hanya saja pengunjung perlu membawa uang cukup untuk menikmati segala macam olahan durian, atau bahkan mencoba buah duriannya langsung.

Selain ada kebun durian, disini juga ada wahana mini untuk pengunjung yang membawa anak-anak mereka. Dan kebun ini juga menyediakan balai pertemuan yang berkapasitas 90 orang. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung dapat menempuh melalui dua jalur. Jalur pertama adalah cihideung, jalaur ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari arah kota Bogor. Sedangkan jalur kedua melalui pasar Caringin. Jalur kedua dapat ditempuh oleh merea penggemar durian yang berdomisili Jakarta.


Yuk bagi penggemar durian jangan lupa mampir ke Warso Farm jika kalian sedang berada di Bogor..
Share:

Selasa, 11 Juli 2017

Masjid Al-Irsyad Padalarang Bandung : Masjid Minimalis Bergaya Futuristik

al irsyad_1
http://www.infobdg.com/v2/futuristik-artistiknya-masjid-al-irsyad-bandung-dikenal-dan-menjadi-kebanggaan/


Jika kamu tengah berada di kota Bandung, jangan lupa bertandang ke Masjid Al-Irsyad di Padalarang, Bandung Barat. Gaya masjid ini terbilang futuristik, sangat berbeda dengan masjid pada umumnya yang sering menggunakan kubah.

Masjid yang berbentuk kubus tanpa kubah ini terinspirasi dari bentuk Ka’bah. Susunan bata teratur dengan warna dasar abu-abu lembut semakin menampakkan kesan minimalis. Dari kejauhan, kamu bisa tahu jika susunan batu bata ini membentuk lafaz syahadat yang merupakan rukun Islam pertama. Selain menambah estetika, susunan lafaz syahadat juga berfungsi sebagai ventilasi udara alami. Sehingga bagian dalam masjid tetap sejuk meskipun tanpa AC. Selain itu, ventilasi ini juga menjadi jalan masuk bagi sinar matahari. Alhasil pada siang hari masjid tidak membutuhkan lampu penerangan. Benar-benar bangunan hemat energy bukan? Selanjutnya, ketika malam tiba, cahaya ke 99 lampu di dalam masjid, akan menerobos celah ventilasi, dan membentuk lafaz syahadat yang bersinar.

Kawasan masjid seluas 1 hektar ini dapat menampung 1500 jamaah. Saat kamu masuk ke bangunan utama masjid, suasana terasa begitu lapang karena tidak terdapat pilar seperti masjid pada umumnya. Tidak banyak ornamen di dalamnya. Lampu penerangan di dalam masjid ini berjumlah 99 buah yang melambangkan jumlah nama-nama suci Allah atau yang disebut dengan Asmaul Husna. Bagian mimbar masjid tidak ditutupi dinding,, sehingga kamu bisa langsung melihat ke arah bukit dan pepohonan yang hijau serta bangunan sekolah Al Irsyad di kejauhan. Tepat di dekat mimbar dan ke arah dinding hingga keluar bangunan, terdapat kolam yang menambah kesejukan suasana masjid. Selanjutnya, pada kolam persis pada pandangan jemaah keluar terdapat konstruksi seperti bola batu dengan diameter sekitar 1 sampai 1,5 meter. Bagian dalam bola batu tersebut berrongga, membentuk lafaz Allah.


Desain inovativ ini dibuat oleh Ridwan Kamil yang merupakan walikota Bandung. Tak tanggung-tanggung,bangunan ini telah memperoleh penghargaan The Best 5 World Building of The Year 2011, kategori bangunan religi. Predikat ini diberikan oleh Archdaily & Green Leadership Award tahun 2011 dari BCI Asia.
Share:

Museum Kata Andrea Hirata dan Pendidikan



Musium selalu identik dengan pertunjukan benda-benda bersejarah. Sekali-kali perlulah kita bertandang ke museum yang sedikit berbeda, untuk menambah wawasan, Musium Kata Andrea Hirata agaknya bisa dijadikan pilihan. Hingga saat ini, Museum Kata Andrea Hirata merupakan satu-satunya museum kata di Indonesia. Konsep museum kata memang masih asing di Indonesia. Sementara di Amerika sudah ada lebih dari 100 museum kata. Pada 2010 Andrea mendapatkan beasiswa untuk belajar sastra di University of Iowa selama tujuh bulan. Di sana ia sempat mengunjungi museum kata di Hannibal Missouri. Dari situlah ia terinspirasi untuk membangun museum kata


“Fiction is The Power” Kalimat idealis itu menjadi sambutan hangat kepada para pengunjung yang museum kata. Bangunan museum ini dicat warna-warni, seolah mengingatkan kembali pada buku Laskar Pelangi.

musium kata_1

Museum ini menyimpan lebih dari 200 literatur dari berbagai genre, seperti literatur anak, literatur seni, literatur arsitektur, literatur musik, hingga literatur film. Meski banyak terdapat karya penulis luarlokalitas tetap dihadirkan di museum ini. Hal itu tercermin pada salah satu ruangan di museum yang menyajikan informasi geografis Belitung Timur. Selain itu, di ruangan lain terdapat pula kumpulan kata-kata asli Belitung yang kini berada di ambang kepunahan.

Museum ini merupakan janji Andrea kepada publik. Ketika keuntungan penjualan buku Laskar Pelangi melambung tinggi, Andrea pernah berjanji untuk mengalokasikan royalti guna membuat hal-hal edukatif..

Karena itu, museum ini tidak memungut biaya, meskipun biaya operasionalnya bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Sedangkan pembangunan museum ini memakan biaya hampir mencapai Rp 1 miliar. Museum ini bergantung pada pemasukan Andrea dari royalti penjualan novel-novelnya.

Andrea tidak membangun museum ini di kota besar, tetapi di kampung halamannya sendiri. Tujuannya untuk memberdayakan orang lokal di daerahnya. Untuk operasional museum sehari-hari Andrea mempekerjakan 6 orang penduduk lokal.

Yang menarik, di bagian tengah museum seluas 100x60 meter, terdapat kedai kopi kecil bernama “Warkop Kopi Kuli”. Lagi-lagi warga lokal juga lah yang menjalankan usaha ini. Selain itu, halaman belakang museum juga disulap menjadi sekolah. Disana Ia aktif mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak kurang mampu Belitung Timur. Rata-rata siswanya adalah penambang timah.


Bagaimana? Unik, menarik, dan memberikan energy positif bukan? Jangan lupa, masukkan museum kata ke list destinasi wisatamu.
Share:

Definition List

Unordered List

Support