This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2020

TAK HANYA DI THAILLAND, PATUNG FOUR FACES BUDDHA JUGA ADA DI BANYUWANGI




Four Faces Buddha di Banyuwangi.


Patung Four Faces Buddha atau Buddha Empat Wajah sangat populer di Thailand. Bahkan menjadi salah satu destinasi favorit di kota Bangkok bagi para wisatawan mancanegara. Banyak umat Buddha yang berdoa di tempat ini, karena diyakini segala permintaan akan dikabulkan. Salah satunya meminta jodoh.



Padahal sebetulnya di Indonesia juga terdapat patung Buddha
Share:

Rabu, 23 Mei 2018

Ngabuburit ke Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah adalah salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2.  Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Masjid yang dapatmenampung jamaah sampai sekitar 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.



Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah (Arab) terlihat pada dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.
Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih sekitar 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.
Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.
Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu,
ada juga replika beduk raksasa  yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.


Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.
Untuk memasuki kawasan Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.00-17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30-21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat liburan, masjid banyak di kunjungi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara, khususnya muslim banyak yang meluangkan waktu berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus berwisata.
Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

Pesona Vihara Saddhagiri

Tahu gak sih? Ternyata di Pati ada obyek wisata religi bagi umat Buddha lho...
Yups. Vihara Saddhagiri namanya. Terletak di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal.

Vihara Saddhagiri memiliki pesona baik dari arsitektur bangunannya maupun pemandangan disekitarnya. Bangunannya terkesan mewah dan berada di dataran tinggi. Ternyata dalam pemilihan letak pembangunanya di dataran tinggi ada filosofinya lho...
Mereka mempercayai bahwa dengan dibangunnya Vihara di dataran tinggi akan membuat dekat dengan para dewa dengan suasana kosmos langit yang mudah dijangkau. Sehingga doa-doa yang telah dipanjatkan akan cepat dikabulkan.

Pada hari raya Waisak, Vihara Saddhagiri menjadi tempat bagi warga setempat untuk menunaikan ibadah. Umat Budha di desa tersebut memutari kuil 3 kali sebagai ritual ibadah dan diakhiri dengan menyalakan hio (baca: Dupa) di altar pohon Bodhi dan selanjutnya para jemaah melakukan meditasi di dalam vihara.

Selain melakukan ritual di atas, terdapat juga suatu tradisi yang selalu dilakukan yakni tradisi sungkeman di mana yang muda bersalaman sembari mencium tangan yang tua. Hal ini dimaksudkan sebagai simbol penghormatan kepada orang tua. Dan tradisi sungkeman ini juga dilakukan di dalam Vihara.

Bagi kalian yang tertarik berkunjung kesini tentu kalian akan bertanya mengenai fasilitas apa saja sih yang tersedia di sana? Oke, jika kalian memang tertarik, author bakal ngasih tahu nih, fasilitas yang ada di sana.
Pertama, area Parkir kendaraan.
Kedua, Musholla. wah... toleran sekali ya...
Ketiga, Kamar Mandi atau MCK (Mandi, Cuci, Kakus)
Keempat, jika kalian berniat menginap, tenang saja. Di sekitar Vihara Saddhagiri terdapat penginapan yang memang diperuntukkan bagi wisatawan yang asalnya jauh dari Pati.
Dan tentunya masih banyak lagi fasilitas yang bisa kalian nikmati di sana.
Share:

Rabu, 01 Maret 2017

MENENGOK KELENTENG HOO TONG BIO, TONGGAK SEJARAH WARGA TIONGHOA DI BANYUWANGI




Klenteng Hoo Tong Bio merupakan tempat
peribadatan umat Khonghucu yang tertua di Jawa Timur dan Bali. Tempat Ibadah
Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio ini terletak di jalan Ikan Gurami 54, di tengah
perkampungan Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi. Klenteng ini dibangun oleh
komunitas Tionghoa setempat pada tahun 1784.


Meskipun usianya sudah tua, bangunan klenteng yang dominan
dengan warna merah
Share:

Jumat, 19 Agustus 2016

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang dengan Arsitektur Yang Megah

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang dengan Arsitektur Yang Megah, Tempat Wisata Terindah - Jika Anda ke Jawa Tengah untuk berlibur, pastikan Masjid Agung menjadi salah satu tujuan Anda. Dibangun dari tahun 2001, dan pada tahun 2006 keseluruhan bangunan Masjid ini telah usai. Anda bisa melihat gaya arsitektur yang unik yang diterapkan pada Masjid ini, di mana arsitekturnya memang merupakan kombinasi
Share:

Jumat, 16 Oktober 2015

12 Tempat Wisata di Kota Semarang yang Menarik Untuk Dikunjungi

12 Tempat Wisata di Kota Semarang yang Menarik Untuk Dikunjungi, Tempat Wisata Terindah - Pernah berkunjung ke Kota Semarang ? Kota Semarang adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang termasuk dalam salah satu kota besar di Indonesia. Kota Semarang terkenal dengan Simpang Limanya, dimana tempat ini sudah menjadi ikon Kota Semarang. Dalam dunia pendidikan Kota Semarang juga cukup
Share:

Sabtu, 10 Oktober 2015

Tempat Wisata Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang

Tempat Wisata Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang, Tempat Wisata Terindah - Berwisata menikmati sebuah bangunan peribadatan umat Budha dapat Anda temui bila sedang berada di Semarang. Jika anda akan berkendara menuju arah Ungaran selama 45 menit, Anda dapat dengan mudah sampai di sebuah vihara yang berdiri di depan Markas Kodam IV Diponegoro. Selain itu bila Anda masih merasa asing di sini,
Share:

Senin, 05 Oktober 2015

12 Tempat Wisata di Pati Jawa Tengah Paling Menarik

12 Tempat Wisata di pati Jawa Tengah Paling Menarik, Tempat Wista Terindah - Kabupaten Pati merupakan salah satu kabuaten yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pati termasuk dalam deretan kabupaten yang terdapat di pantura timur Jawa Tengah. Kabupaten ini terkenal dengan julukan Bumi Mina Tani. Akhir-akhir ini Kabupaten Pati sedikit terkenal di televisi nasional, karena ada salah satu
Share:

Kamis, 09 Januari 2014

Pura Lingsar - Simbol Kerukunan Beragama di Lombok

Seperti halnya Bali, di Lombok juga terdapat beberapa pura yang bisa kita kunjungi diantaranya adalah Pura Lingsar. Pura ini dibangun oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem pada tahun 1741 dan di anggap sebagai pura paling suci di Pulau Lombok. Keunikan dari pura ini karena adanya penggabungan dari nilai-nilai budaya agama Hindu dan Islam wetu telu. Hal ini bisa dilihat dari wilayah pura yang
Share:

Definition List

Unordered List

Support