This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Explore Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Explore Semarang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Yuk Tengok Spot Foto Kekinian di Ayana Semarang

Indonesia semakin gencar dalam menciptakan tempat wisata kekinian. Bahkan baru-baru ini di Semarang menambah list destinasi wisata kekinian yang patut dikunjungi lhoooo.

Yups. Ayana Gedong Songo sedang menjadi buah bibir para generasi milenial yang selalu mencari spot kekinian yang kece untuk bisa mereka posting di media sosial. Sejak dibukanya wisata ini untuk umum pada 11 Juni 2018, Ayana Gedong Songo langsung menarik banyak perhatian pengunjung karena konsep uniknya.

Pihak pengelola memang menyediakan banyak spot foto keren untuk memanjakan para pengunjung yang ingin mengabadikan momen dalam bentuk foto. Pegunungan dan langit biru menjadi latar yang bagus dan indah untuk berfoto.
Spot foto yang disediakan antara lain bubble tent, balon udara, tempat duduk unik di tengah kolam, hammock dan masih banyak lagi. Denger-denger total spot foto yang disediakan ada 35 lhooo. Wow. Bakal puas nih foto-foto di sana.

Tapi perlu diingat. Tidak semua spot foto yang disediakan gratis. Ada beberapa yang berbayar. Contohnya spot foto balon udara sahabat harus mengeluarkan uang dengan nominal 5 ribu rupiah per orang. Hemmm cukup menguras isi dompet ternyata.

Buat sahabat yang pengen banget dapet foto kece untuk diposting ke instagram, cus ah jangan lama-lama. Ajak keluarga, teman, pacar kesini. Karena Ayana Gedong Songo berada di dalam kawasan Candi Gedong Songo, sahabat perlu merogoh kocek 10 ribu rupiah untuk membeli tiket masuk Candi.
Setelah masuk kawasan candi, sahabat harus membayar tiket masuk untuk bisa masuk kawasan Ayana Gedong Songo. Untuk orang dewasa 20 ribu rupiah. Dan untuk anak-anak 10 ribu rupiah.

Masih minat? Oke. Admin akan kasih tahu lokasi wisata kekinian ini. Ayana Gedong Songo terletak di Krajan Banyukuning Bandungan Semarang. Lebih tepatnya di area Candi 1 atau kurang lebih 150 meter dari pintu masuk. Karena daerah Bandungan memiliki beberapa lokasi wisata, sahabat harus sabar jika mengalami kemacetan.

Perlu sahabat ketahui,  semua fasilitas di Ayana Gedong Songo hanya untuk spot foto dan tidak menyediakan rest area. Jadi jangan berlama-lama duduk di satu spot. berikan kesempatan pengunjung lain untuk berfoto di spot tersebut.
Share:

Rabu, 23 Mei 2018

Ngabuburit ke Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah adalah salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2.  Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Masjid yang dapatmenampung jamaah sampai sekitar 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.



Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah (Arab) terlihat pada dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.
Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih sekitar 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.
Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.
Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu,
ada juga replika beduk raksasa  yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.


Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.
Untuk memasuki kawasan Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.00-17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30-21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat liburan, masjid banyak di kunjungi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara, khususnya muslim banyak yang meluangkan waktu berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus berwisata.
Share:

Rabu, 01 November 2017

Pesona Tempo Doeloe dari Semarang Old Town

Hai Sahabat Pesdu... Kali ini aku mau bagi informasi terkait wisata Semarang yang akhir-akhir ini menjadi primadona. Pertama kali saya lihat di media sosial, saya kira pedestrian tersebut ada di Bandung. Tapi ternyata di Semarang. Jadi lumayan dekat dengan kost-an (^^). Alih-alih pergi ke pasar, mampir dulu ke Kota Lama.
Lokasi menarik untuk penggemar selfie dan juga wisatawan di Kota Semarang kembali bertambah. Semarang Kreatif Galeri di kawasan Kota Lama yang menarik dengan jalur pedestriannya.

Lokasi yang berada di Jalan Letjen Suprapto yang tak jauh dari Gereja Blenduk, tepatnya di gedung kuno yang digunakan PT Telkom. Jika sore mulai tiba, banyak wisatawan yang datang dan mulai berpose di pedestrian depan gedung tersebut.

Baca juga :
Pesona Lawang Sewu Peninggalan Belanda
Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca
Kampung Pelangi Semarang yang Menarik Perhatian Dunia


Desain pedestriannya menarik karena luas dan memiliki berbagai hiasan. Perpaduan meja dan kursi antik di depan gedung juga menarik warga untuk nongkrong di sana. Jadi, jika kalian capek jalan buat nyari spot foto yang menarik, kalian bisa istirahat di kursi yang telah disediakan.

Nah... jika kalian sudah puas ber-swafoto di pedestrian, pengunjung bisa mengunjungi Semarang Kreatif Galeri. Yang terdapat berbagai barang hasil produksi UMKM di Semarang. Di sana juga, terdapat Keris Cafe yang menyediakan oleh-oleh tradisional dan jajan pasar dengan gaya cafe.

Tertarik mencoba pengalaman "tempo doeloe" dari Semarang Old Town? Langsung aja kesini kuy. Bisa email saya kalo mau ditemenin.... hehehe

-Salam Pesona Dunia : Afifah Saffa-
Share:

Selasa, 24 Oktober 2017

Kampung Pelangi Semarang Yang Menarik Perhatian Dunia

Kampung Pelangi di Semarang menarik perhatian pengguna media sosial di Indonesia hingga dunia. Namun apakah proyek senilai Rp3 milyar ini mampu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin di sekitarnya atau hanya sekedar tren foto Instagram saja?



Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir Kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun beberapa pekan terakhir, kampung ini berubah rupa, dan juga berganti nama: menjadi Kampung Pelangi yang penuhi warna-warni. 




Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar.
(Tapi) setelah perbaikan itu selesai pada Desember lalu, kita lihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan di belakangnya yang merupakan kawasan kumuh
Dari situlah muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan proyeksi anggaran sekitar Rp3 milyar. Namun proyek ini tidak bisa didukung oleh anggaran pemerintah karena tidak semua rumah di sana tergolong miskin, sehingga pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan, hingga uang pribadi. 

Menarik perhatian dunia
Ini tentu bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa.
Tapi foto-foto yang banyak diunggah di media sosial media asing ramai membicarakannya. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirrorhingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.
"The Tiny Rainbow Village That's Sparking an Instagram Craze (Kampung Pelangi yang kecil ini memicu kegilaan di Instagram)," kata situs fesyen Vogue.
"Dari perumahan reyot menjadi kampung pelangi: kota kumuh disulap menjadi tempat wisata populer berkat polesan cat," tulis Mirror.co.uk.


Banyak wisatawan lokal datang ke kampung ini terutama pagi dan menjelang sore. Lidia asal Bekasi misalnya tahu tentang kampung ini dari unggahan di media sosial. Dia kebetulan singgah di Semarang, dan akhirnya menyempatkan diri mampir, untuk melihat dan berselfie.
"Tidak beda jauh dengan foto-foto yang beredar, puas banget bisa sampai di kampung pelangi Semarang," katanya seperti dilaporkan oleh Erna Virnia, reporter Elshinta Semarang, mitra radio BBC Indonesia.
Lainnya mengaku senang karena bisa melihat langsung kampung berwarna-warni yang mirip dengan di kota Malang. "Senang, karena setahu saya adanya di Jawa Timur," kata Winda.

Agar tak lagi miskin
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa perbaikan di Kampung Pelangi ini diharapkan tak hanya sekedar luarnya saja. "Kami ingin mengubah sebuah wilayah yang terlihat kumuh dan sebagian warganya hidup di bawah garis kemiskinan, bisa menjadi perkampungan yang nyaman ditinggali dihuni dan kesejahteraan mereka menjadi lebih baik."
"Harapannya ini bisa menjadi role model pengentasan kampung miskin yang lain di Semarang," sambungnya. Setelah mengecatan tahap pertama rampung untuk sekitar 240 rumah, tahap dua akan dilakukan segera.
Hak atas foto Erna Virnia Image caption Setyaningsih menjual miniman dingin setelah banyak orang datang berkunjung.
Setyaningsih, warga kampung, mengatakan perubahan ini menguntungkan bagi ekonomi keluarganya. "Kampungnya jadi ramai, dulunya saya tidak jualan, sekarang jadi jualan, sudah tiga minggu," katanya yang menawarkan berbagai minuman dari dingin.
"Pengunjungnya malah tidak sabar tidak dibuka, belum dibuka sudah ada pengunjung. Pagi jam 6-7 sudah ramai, siang sepi, nanti menjelang sore ramai lagi. Sehari kira-kira dapat Rp200.000."
Proyek Kampung Pelangi belum sepenuhnya rampung karena sejumlah rumah masih terlihat kumuh dan rusak. Sekitar 100 rumah, menurut pemerintah kota, masih belum dicat dan pihaknya berencana untuk melakukan perbaikan segera.
Share:

Rabu, 05 Juli 2017

Jelajah Kuliner di Pasar Semawis Semarang


Sumber gambar : BolehTanya.com

Hayy food huntersss.... malam hari adalah waktu yang pas untuk mencari berbagai jenis makanan. Nah apalagi jika kamu berada di Semarang, Pasar Semawis adalah semacam street food yang bisa kamu kunjungi pada malam hari. Pasar semawis ini hanya buka 3 hari dalam seminggu, yaitu pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai jam 18.00 sampai jam 23.00.
Pasar Semawis berdiri pertama kali pada saat 15 juli 2005 bertepatan dengan 600 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho, seiring berjalannya waktu sampai sekarang sudah 12 tahun. Pasar Semawis tak pernah sepi pengunjung, apalagi jika kamu datang kesini pada saat malam tahun baru Cina, wahhh pasti rame. Di Pasar Semawis kamu akan menemukan banyak aneka jenis menu yang dijajakan mulai dari menu khas Tionghoa, Oriental dan Nusantara dengan harga termurah sampai termahal. 

 Sumber gambar : BacaSayaSaja.com

Pasar Semawis ini surganya kuliner di Semarang, berbagai jajanan halal dan non halal di jual di pasar semawis. Nah untuk pengunjung muslim harus lebih teliti dalam membeli makanan, karena cukup banyak juga penjual yang menjual makanan olahan babi. Namun tak usah kawatir, masih banyak juga jajanan halal yang bisa kamu beli di Pasar Semawis ini dan tentunya menjadi favorite. Selain makanan kamu juga bisa mendapatkan hiburan gratis di Pasar Semawis, banyak musisi jalanan yang bernyanyi untuk menghibur pengunjung Pasar Semawis. Yuk ke Pasar Semawis sekarang :)
Share:

Sabtu, 29 April 2017

Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca

Puri Maerakaca atau lebih dikenal dengan Maerokoco merupakan pusat rekreasi Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah. Terletak di Kawasan PRPP Jawa Tengah, Marina Tawang Mas Semarang. Di sini terdapat 35 anjungan di mana tiap anjungannya mencerminkan tiap kabupaten dan kotamadya yang ada di Jawa Tengah. Dengan kata lain Maerokoco merupakan taman mininya Jawa Tengah.

Maerokoco
Dulu, Maerokoco merupakan obyek wisata andalan di kota Semarang. Setelah cukup lama Maerokoco pun mulai diperbaiki. Dan sekarang telah menjadi obyek wisata alternatif untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang terdekat lainnya.

semarang

Nama Puri Maerakaca, diambil dari cerita pewayangan, pada salah satu bagian cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut di khayangan terdapat sebuah taman paling indah berisi seluruh keindahan taman yang ada di muka bumi, yaitu Taman Maerakaca.
wisata semarang
Bagi Anda yang ingin pergi berwisata ke tempat ini, langsung datang aja ke Jl. Anjasmoro, Tawang Mas Semarang. Maerokoco dibuka mulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 6 sore. Cukup membayar Rp 10.000 untuk tiket masuk anda sudah bisa menikmati keindahan yang ada di dalam Puri Maerakaca. Happy Vacation.

Share:

Definition List

Unordered List

Support