This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Wisata Ke Sentra Pembuat Shuttlecock Yang Melegenda

Shuttlecock atau di Indonesia biasa di sebut "kok" saja adalah salah satu elemen terpenting dalam olahraga bulutangkis. Kok berfungsi sama seperti bola dalam olahraga tenis yaitu sebagai bola yang dipukul atlet dengan berbagai macam tehnik pukulan menggunakan raket ke bidang permainan lawan melampaui net.

Berkaitan dengan hal tersebut, Djarum Badminton akan bercerita sedikit tentang satu daerah di Indonesia yang telah lama dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sentra produksi kok.
Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah, selain dikenal sebagai "eksportir" warung makan ke berbagai wilayah di bumi pertiwi, ternyata juga memiliki beberapa Dusun atau Kampung yang penduduknya mencari penghidupan dari aktifitas sebagai perajin kok. Diantaranya yakni Desa Lawatan, Dusun Serayu Kelurahan Panggung, Desa Dukuh Sampak, Desa Randu Gunting, dan Kalinyamat.
Kampung Lawatan selama ini secara alamiah menjadi sentra pembuatan kerajinan shuttlecock. “Apabila potensi yang ada dikelola dengan baik, otomatis desa itu lebih maju lagi. Produk hasil kerajinan tangan dengan bahan dasar bulu unggas khas Lawatan telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia,” terangnya. Dengan kondisi sekarang ini Desa Lawatan bisa dikembangkan menjadi salah satu kampung wisata industri yang berbasis pembuatan shuttlecock. Dia mengatakan, jumlah perusahaan besar yang memproduksi shuttlecock ada sekitar 15, untuk tingkat menengah ada sekitar 50 rumah produksi, sedangkan untuk kelas kecil mencapai 50 rumah produksi.
Perbedaan kelas tersebut berdasarkan jumlah produksinya per bulan. Apabila pengusaha besar dalam satu bulan bisa menyelesaikan hingga 8.000 slop per bulan. Kelas menengah rata-rata mampu memproduksi shuttlecock antara 1.500 slop sampai 2.500 slop per bulan, sedangkan pengusaha kecil hanya mampu memproduksi sekitar 500 slop per bulan. “Dengan melihat potensi yang ada, sebenarnya Lawatan bisa dijadikan sebagai kampung wisata industri, sehingga bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengangkat nama Kabupaten Tegal,” katanya.

Share:

Sabtu, 08 Juli 2017

Serunya Bermain Dengan Ratusan Kucing Di Sebuah Pulau

Apa kalian pencinta kucing? Kalau iya wah pas sekali kalau begitu. Bagi pencinta kucing yang ingin bermain dengan ratusan kucing, kalian bias datang ke sebuah pulau di Jepang.

Jepang telah dikenal luas sebagai negara ramah kucing. Kucing-kucing ini tak hanya dijadikan sebagai binatang peliharaan super menggemaskan, tetapi juga menjadi simbol-simbol keagamaan. Kita dapat menjumpai kuil kucing dan jimat kucing yang begitu disakralkan. Kucing telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Jepang sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Saking cintanya dengan kucing, masyarakat Jepang bahkan ‘mengizinkan’ gerombolan kucing menguasai satu pulau lho. Nama pulau kucing ini adalah Pulau Aoshima! Aoshima merupakan pulau mungil yang berbatasan langsung dengan laut.  Sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan.  Jadi tak mengherankan jika Pulau Aoshima dikenal sebagai kampung nelayan.
Rumah para nelayan ini pun lambat laun berubah, ketika ratusan kucing mulai menduduki pulau ini  Kemanapun arah mata memandang, kucing nampak berkeliaran di mana-mana. Pulau Aoshima telah duduki oleh para kucing. Pulau yang dulunya sepi, mulai hidup kembali.  Kini, Pulau Aoshima tak hanya ramai oleh kucing yang berkeliaran. Namun, juga ramai oleh kehadiran para wisatawan. Ratusan kucing ini telah menarik datangnya wisatawan ke Aoshima.
Wisatawan berbondong-bondong mengunjungi sebuah pulau terpencil di selatan Jepang, tempat di mana jumlah kucing liar telah melebihi populasi manusia, dengan rasio 6:1.
Warga pertama kali bermigrasi ke pulau ‘Aoshima’ yang seluas 1,6 kilometer ini sejak 380 tahun lalu, dan mendirikan sebuah desa nelayan, membawa kucing untuk mengatasi tikus yang menyerang perahu nelayan.
Pulau ini, yang bisa dicapai dengan menaiki feri selama 30 menit dari lepas pantai Kota Ehime, telah menjadi rumah bagi 900 orang pada tahun 1945. Sekarang, lebih dari 120 kucing mengerubuti pulau ini dengan jumlah manusia kurang dari 20 orang, semuanya pensiunan berusia antara 50 dan 80 tahun.
Tiap kali kita menginjakkan kaki di pelabuhan, kawanan kucing telah menanti dan menyambut dengan ramah. Meski liar, mereka sama sekali tidak takut lho dengan manusia. Mereka tetap beraktivitas seperti biasanya, seolah-olah kita tak ada. Tingkah mereka yang lucu dan menggemaskan membuat tiap wisatawan betah liburan ke Pulau Aoshima.
Kucing-kucing ini pun membuat rumah-rumah kosong di Pulau Aoshima nampak lebih hidup. Di antara rumah-rumah kayu, perkakas, dan reruntuhan, terlihat kucing yang tengah asyik bermain. Pulau yang seolah mati suri ini, telah mendapatkan nyawanya kembali. Semua ini berkat kekuatan dari para kucing. Kehadiran mereka telah membawa angin segar bagi dunia pariwisata Pulau Aoshima.
Niatan yang awalnya memberikan ruang bebas kepada para kucing ini membawa ‘luck’ bagi pulau mungil yang satu ini. Sepertinya, kucing memang benar-benar pembawa keberuntungan ya. Karena kucinglah, Pulau Aoshima yang dulunya sepi, kini telah ramai kembali. Arigatou, Neko-san!
Dua kali dalam sehari terdapat kapal fery yang membuka pelayaran dari Pelabuhan Nahagama menuju Pelabuhan Aoshima. Kapal pertama berangkat pada pukul 08.00 dan kapal kedua pukul 14.30. Perlu diketahui bahwa di pulau ini tak ada penginapan maupun pertokoan.

Share:

Selasa, 27 Juni 2017

Keliling Dunia Dalam Sehari? Bisa Kok!

Impian sebagian besar orang adalah bias berkeliling dunia sekali dalam seumur hidup. Namun karna keterbatasan biaya, jarak dan waktu maka banyak orang yang mengurungkan niatnya. Namun bagi kita yang berada di Indonesia tepatnya di Purwokerto, keliling dunia bukanlah hal yang sulit. Sekarang objek wisata Baturaden membuka salah satu cabangnya yaitu Small World Taman Miniatur Dunia.

Di Small World, kalian bisa narsis dengan latar belakang miniatur icon-icon wisata dunia, mulai dari Menara Pisa, Eifell, kincir angin ala-ala Holand, Opera House Sidney, Piramida, Colosseum, Gedung Putih, kebun sakura, Patung Liberty, sampai Monas, wah lengkap dan cantik banget deh! Kalau kamu mau total dalam berfoto, bisa juga sewa kimono buat bergaya ala Jepang di kebun sakura-nya.  Harga sewa kimononya cuma IDR 15.000 kok. Selain puas foto-foto cantik, objek wisata ini juga bisa menambah wawasan sosial.
Objek wisata yang baru dibuka pada bulan Juli lalu ini juga memiliki panorama yang indah loh, ditengah uniknya berbagai miniatur bangunan dunia kamu akan disuguhi pemandangan Gunung Selamet yang gagah. Selain itu, di Small World juga terdapat playground kids, jadi bocah-bocah bisa bermain bebas dibawah langit biru.
Harga tiket masuk di Small World ini juga sangat terjangkau, buat ‘keliling dunia’ Boboers cuma perlu merogoh kocek IDR 15.000 (weekday) atau IDR 20.000 (weekend).  Objek wisata ini juga cukup mudah dicapai, terletak di Jalan Raya Barat Baturraden, sekitar 2.5km dari lokawisata Baturraden atau 500 meteran dari pertigaan yang ke arah Curug Bayan.  Small World buka setap hari dari jam 8 Pagi s/d 9 Malam dan pada Weekend hingga jam 12 malam.

Small World Purwokerto
Alamat: Jl. Raya Barat Baturraden, Ketenger
No. HP/Telp: 082233000081, 085602001008

Share:

Rabu, 21 Juni 2017

Tempat Ini Bisa Membuatmu Mendengar Suara Organ Tubuhmu Sendiri

Dikutip dari Merdeka.com, Bagi anda yang percaya diam itu emas, silahkan berpikir ulang. Karena bila berada di ruangan tersunyi di dunia ini, bukan emas yang didapat, melainkan halusinasi.
Laboratoium suara Orfield di Minneapolis, Amerika Serikat memiliki studio khusus yang mampu menghilangkan 99,9 persen suara. Lembaga rekor dunia Guinness telah melabelinya tempat paling sunyi sedunia, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (4/4). 
Direktur laboratorium Steven Orfield menyatakan kondisi tanpa suara bisa tercipta melalui proses anechoic, pengilangan potensi pantulan suara. Studio itu dibangun dengan dinding dua lapis setebal satu meter yang terbuat dari fiberglass. Tidak ada suara yang terpantul, sehingga biasanya orang bisa jelas sekali mendengarkan detak jantunya. 
Orfield menyatakan ketiadaan suara bakal membuat orang tidak mampu bergerak. "Bila anda kehilangan suara, tak sampai setengah jam anda bakal kesulitan berdiri dan membutuhkan kursi di ruangan itu," ujar dia. 
Biasanya, setelah sepuluh menit, manusia normal bakal mengalami halusinasi karena tidak tahan mendengar suara dari organ tubuhnya sendiri.
Studio anechoic itu tidak dibikin sekadar buat main-main. Pelbagai lembaga dan perusahaan audio seantero dunia menyewanya buat melakukan penelitian uji suara, termasuk lembaga antariksa Amerika NASA. 
Para astronot kerap dikirim buat masuk ke ruangan itu supaya terbiasa dengan kondisi luar angkasa. Maklum saja, di atas bumi, tentu tidak ada suara sedikit pun.
Orfield sedikit menantang pihak-pihak yang merasa mampu sendiri tanpa suara. Sejak berdiri pada 2005, rekor terlama manusia berada di ruangan itu dipegang seorang jurnalis Amerika yang bisa bertahan 45 menit.

Share:

Rabu, 03 Mei 2017

Romantisme Terowongan Cinta Di Ukraina


Bagi para pasangan diseluruh dunia yang mencari tempat romantis yang akan menjadi kenangan yang tak terupakan akan sangat menyenangkan. Diseluruh dunia banyak tempat yang dikatakan romantic katakana saja Paris yang terkenal dengan menara Eiffelnya. Tapi masih banyak tempat yang bias dikunjungi. Pernah mendengar Terowongan Cinta di Ukraina?
Terowongan Cinta (Tunnel of Love) atau dalam bahasa Ukraina: Туне́ль Коха́ння, Tunel Kokhannya merupakan sebuah bagian dari jalur kereta api yang terletak di dekat Klevan, Ukraina, yang menghubungkannya dengan Orzhiv. Bagian jalur tersebut dikelilingi oleh lengkungan pepohonan hijau sepanjang 3–5 km. Lokasi tersebut dikenal sebagai lokasi favorit bagi pasangan untuk berjalan-jalan. Terowongan alam ini terdiri dari pohon-pohon yang dibentuk di sepanjang jalur kereta api.
Berada di dalamnya pasti membangkitkan suasana yang romantis. Tapi jangan kaget kalau tiba-tiba ada kereta lewat di sini. Hal ini karena Tunnel of Love juga digunakan oleh kereta pengangkut kayu.
Tapi tidak perlu khawatir, kereta yang mengangkut kayu ke pabrik papan fiber terdekat ini hanya berjalan tiga kali sehari. Sehingga para wisatawan tetap bisa berjalan-jalan merasakan romantisnya terowongan ini.
Terowongan ini mencapai titik paling romantis selama musim semi dan panas. Ketika itu, dedaunan di pohon sedang lebat-lebatnya. Anda pun bisa menikmati dahsyatnya magis cinta yang dikeluarkan Tunnel of Love.
Di musim semi tempat ini akan jadi tempat perjalanan cinta bagi kebanyakan orang. Alasannya, tempat ini akan banyak dikunjungi muda-mudi yang sekadar berjalan di sepanjang terowongan untuk menikmati suasana yang romantis.
Meski begitu di musim gugur dan musim dingin keromantisannya tidak juga hilang. Pada musim gugur dedaunan akan berwarna warni. Sedangkan pada musim salju cabang-cabang pohon yang tertutup salju akan menambah keanggunan Tunnel of Love.

Share:

Definition List

Unordered List

Support