This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Oktober 2017

Pesona Vihara Saddhagiri

Tahu gak sih? Ternyata di Pati ada obyek wisata religi bagi umat Buddha lho...
Yups. Vihara Saddhagiri namanya. Terletak di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal.

Vihara Saddhagiri memiliki pesona baik dari arsitektur bangunannya maupun pemandangan disekitarnya. Bangunannya terkesan mewah dan berada di dataran tinggi. Ternyata dalam pemilihan letak pembangunanya di dataran tinggi ada filosofinya lho...
Mereka mempercayai bahwa dengan dibangunnya Vihara di dataran tinggi akan membuat dekat dengan para dewa dengan suasana kosmos langit yang mudah dijangkau. Sehingga doa-doa yang telah dipanjatkan akan cepat dikabulkan.

Pada hari raya Waisak, Vihara Saddhagiri menjadi tempat bagi warga setempat untuk menunaikan ibadah. Umat Budha di desa tersebut memutari kuil 3 kali sebagai ritual ibadah dan diakhiri dengan menyalakan hio (baca: Dupa) di altar pohon Bodhi dan selanjutnya para jemaah melakukan meditasi di dalam vihara.

Selain melakukan ritual di atas, terdapat juga suatu tradisi yang selalu dilakukan yakni tradisi sungkeman di mana yang muda bersalaman sembari mencium tangan yang tua. Hal ini dimaksudkan sebagai simbol penghormatan kepada orang tua. Dan tradisi sungkeman ini juga dilakukan di dalam Vihara.

Bagi kalian yang tertarik berkunjung kesini tentu kalian akan bertanya mengenai fasilitas apa saja sih yang tersedia di sana? Oke, jika kalian memang tertarik, author bakal ngasih tahu nih, fasilitas yang ada di sana.
Pertama, area Parkir kendaraan.
Kedua, Musholla. wah... toleran sekali ya...
Ketiga, Kamar Mandi atau MCK (Mandi, Cuci, Kakus)
Keempat, jika kalian berniat menginap, tenang saja. Di sekitar Vihara Saddhagiri terdapat penginapan yang memang diperuntukkan bagi wisatawan yang asalnya jauh dari Pati.
Dan tentunya masih banyak lagi fasilitas yang bisa kalian nikmati di sana.
Share:

Selasa, 19 September 2017

Pesona Lawang Sewu Peninggalan Jaman Belanda



Sebagai ibukota dari Jawa Tengah, tentu Semarang memiliki banyak daya tarik bagi para wisatawan. Banyak sekali obyek wisata yang terletak dan tersebar di Semarang baik Kota maupun Kabupaten. Termasuk Lawang Sewu yang terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang atau di sudut jalan Pemuda dan jalan Pandanaran.
Semarang
Lawang Sewu merupakan bangunan kuno yang memiliki sejarah mengenai jaman Belanda. Lawang Sewu terdiri dari gedung tiga lantai yang bergaya art deco (1850-1940) dibangun pada tahun 1904 dirancang oleh arsitek ternama Belanda yakni Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Awalnya, Lawang Sewu menjadi kantor pusat perusahaan kereta api penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).

Baca juga :
Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca

Karena bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak, akhirnya tersebutlah nama Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia berarti Seribu Pintu. Namun pada kenyataan, bangunan ini tidaklah memiliki jumlah pintu sampai seribu. Nama tersebut tercipta karena bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Lawang Sewu
Awalnya Lawang Sewu dianggap angker. Namun, sekarang Lawang Sewu sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan. Lawang Sewu akan semakin indah saat malam hari tiba. Dengan sorotan lampu di malam hari menambah kemegahan dari bangunan ini.
Selain menjadi tempat wisata, ada beberapa pasangan yang melakukan pengambilan foto Prewedding di Lawang Sewu. Apa anda tertarik mengambil foto Prewedding anda di bangunan ini???
Untuk biaya masuk Lawang Sewu anda cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 10.000,-. Pihak pengelola Lawang Sewu juga menyediakan Tour Guide bagi pengunjung yang melakukan studi wisata ke Lawang Sewu. Jadi wisata ini juga dapat menambah pengetahuan kalian mengenai sejarah masa penjajahan Belanda.

Share:

Sabtu, 03 Juni 2017

Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah

Assalamu'alaikum sahabat setia pesdu...
Bagaimana dengan puasanya hari ini? Kami do'akan semoga puasanya lancar hingga hari ke 30 (bagi yang menjalankan ibadah puasa ya.. ^^) amin...
Oke, kali ini author akan memberikan informasi mengenai tempat wisata yang pas banget untuk kita kunjungi disaat seperti ini (read: Bulan Ramadhan).

Siapa sih yang gak kenal dengan salah satu masjid yang berada di Ibukota Propinsi Jawa Tengah ini? Yups, kita akan membahas tentang Masjid Agung Jawa Tengah. Yuk baca selengkapnya...
Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Dan diresmikan oleh Presiden RI ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Proses peresmian dilakukan dengan cara penandatanganan di atas prasasti yang terbuat dari batu alam yang diambil dari lereng gunung merapi.

Baca juga :
Destinasi wisata religi di Kudus "Masjid Menara Kudus"

MAJT dirancang dengan menggunakan gaya arsitektur campuran Jawa, Arab dan juga Eropa. Masjid ini dirancang oleh Ir. H. Achmad Fanani yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. MAJT terdiri dari bangunan utama beratap limas dengan kubah besar, 4 menara di tiap penjuru atapnya dengan tinggi 62 meter.

Selain bangunan utama, MAJT juga memiliki bangunan pendukung seperti :
Auditorium yang terletak di sisi sayap kanan masjid. Biasanya, auditorium ini digunakan untuk kegiatan pameran, walimatul arsy (acara pernikahan) dan kegiatan lainnya. Selain Auditorium, terdapat juga perpustakaan dan ruang kantor. Pada halaman masjid, terdapat 6 payung hidrolik. Ada keistimewaan lain dari MAJT, yakni menara Asmaul Husna yang memiliki ketinggian 99 meter. Menara ini terletak di pojok barat daya MAJT.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga digunakan sebagai destinasi wisata religi, pusat pendidikan dan juga pusat aktivitas syiar agama Islam. Penasaran dengan kemegahan yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah? Mumpung lagi bulan Ramadhan, bisa nih belajar sambil nunggu buka puasa... :-)

Share:

Minggu, 14 Mei 2017

Farmhouse Lembang : Wisata Nusantara Bercitarasa Eropa

Hai guys... Kembali lagi bareng author keceh (:p narsis) Kali ini author mau berbagi pengalaman berliburku di Bandung (10 Mei 2017) tepatnya di Farmhouse Susu Lembang yang berlokasi di Jalan Raya Lembang no. 108 Lembang Bandung Barat.

Farmhouse Lembang dibuka sejak Desember 2015 silam. Kondisi alam yang indah nan sejuk membuat pengunjung nyaman dan ingin berlama-lama di sini. Konsep wisata yang diusung pun membuat para pengunjung seakan-akan berada di luar negeri. Pasalnya Farmhouse Lembang memiliki nuansa Eropa yang menjadikan tempat ini memiliki banyak peminat baik dari masyarakat lokal (bandung) atau dari luar daerah.
Tiket masuk menuju Farmhouse Lembang bisa ditukar dengan 1 cup susu sapi atau 1 sosis bakar yang lezat. hmmmm nikmat banget welcome drinknya. Harus dicoba nih guys 'Welcome Drink' nya. Kenapa? soalnya bisa menemani kamu saat berkeliling farmhouse. Kalo haus, tinggal nyruput deh.... wkwkwkwk :v

Farmhouse Lembang memiliki peternakan mini dan pengunjung bisa berinteraksi (memberi makan, atau berswafoto) bareng si embek (kambing), kelinci (itu yang author lihat kemarin). Tapi menurut artikel-artikel yang telah saya baca mengenai Farmhouse Lembang, memiliki koleksi satwa diantaranya; Iguana, Angsa, Kelinci, Kambing, Burung dan lain-lain.

Di sana saya juga mengabadikan momen dengan beroto di rumah Hobbit ala Hobbiton yang ada di New Zealand. Mau ambil foto aja nyampe antri lhooo... Karena setiap pengunjung yang datang ke Famhouse Lembang pasti berfoto di salah satu spot foto ini.

Tak hanya spot wisata Eropa yang bisa kamu nikmati. Bagi kamu kaum hawa bisa nih merasakan sensasi menjadi wanita Eropa dengan mengenakan pakaian khas Eropa yang bisa sewa di tempat dan digunakan berkeliling seluruh area Farmhouse. hmmm tentunya sensasi Eropa-nya akan lebih terasa.

Nah... ini Gembok Cinta guys... buat kalian yang datang kesini bareng pasanganmu, bisa nih pasang gembok yang bertuliskan namamu sama pasanganmu di tempat yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. unch unch...
Demikian cerita pengalaman author terkait wisata Farmhouse Lembang ^^. Yuk yang sekarang lagi berkunjung ke Bandung, bisa tuh mampir ke Lembang.

Nantikan informasi baru terkait tempat wisata yang recomended. Salam Pesona Dunia.
Share:

Sabtu, 29 April 2017

Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca

Puri Maerakaca atau lebih dikenal dengan Maerokoco merupakan pusat rekreasi Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah. Terletak di Kawasan PRPP Jawa Tengah, Marina Tawang Mas Semarang. Di sini terdapat 35 anjungan di mana tiap anjungannya mencerminkan tiap kabupaten dan kotamadya yang ada di Jawa Tengah. Dengan kata lain Maerokoco merupakan taman mininya Jawa Tengah.

Maerokoco
Dulu, Maerokoco merupakan obyek wisata andalan di kota Semarang. Setelah cukup lama Maerokoco pun mulai diperbaiki. Dan sekarang telah menjadi obyek wisata alternatif untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang terdekat lainnya.

semarang

Nama Puri Maerakaca, diambil dari cerita pewayangan, pada salah satu bagian cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut di khayangan terdapat sebuah taman paling indah berisi seluruh keindahan taman yang ada di muka bumi, yaitu Taman Maerakaca.
wisata semarang
Bagi Anda yang ingin pergi berwisata ke tempat ini, langsung datang aja ke Jl. Anjasmoro, Tawang Mas Semarang. Maerokoco dibuka mulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 6 sore. Cukup membayar Rp 10.000 untuk tiket masuk anda sudah bisa menikmati keindahan yang ada di dalam Puri Maerakaca. Happy Vacation.

Share:

Jumat, 28 April 2017

Wisata Indonesia Kudus : Destinasi Wisata Religi "Makam Sunan Kudus"

Kabupaten Kudus merupakan salah satu kabupaten yang ada di propinsi Jawa Tengah. Kudus terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara kota Semarang dan kota Surabaya.

Kudus dikenal sebagai kota kretek karena Kudus merupakan kota penghasil rokok terbesar di Jawa Tengah. Kudus juga dikenal sebagai kota santri. Kudus menjadi pusat perkembangan Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tiga makam sunan/wali yakni Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Kedu.



Edisi pesdu kali ini akan membahas mengenai wisata religi yang ada di Kudus, salah satunya adalah makam sunan kudus. Sunan kudus merupakan salah satu dari wali/sunan yang terkenal dengan nama Wali Songo. Sejatinya, sunan kudus bukanlah penduduk asli kudus. Beliau lahir di Al-Quds Palestina. Bersama ayah, kakek dan kerabatnya beliau hijrah ke tanah jawa.

Masjid Menara Kudus

Sunan kudus melakukan pendekatan kultural dalam menyebarkan ajaran islam di jawa khususnya Kudus. Hal ini terlihat jelas dengan dibangunnya Menara Kudus. Sunan kudus terkenal sebagai seorang wali yang toleran, ahli ilmu, seniman dan berkharismatik.

Beliau wafat di tahun 1550 masehi atau 958 hijriyah dan kemudian beliau dimakamkan di samping masjid menara kudus yaitu di desa Kauman Kecamatan kota Kabupaten Kudus. Hingga sekarang, makam beliau taak pernah sepi dari para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Pada bulan Suro (Muharram) terdapat beberapa acara yang ada di area makam sunan kudus. Salah satunya upacara buka luwur, pembuatan serta pembagian nasi bungkus yang hanya ada di bulan tersebut.

Tradisi Suronan

Selain di bulan Muharram, bulan suci Ramadhan juga terdapat tradisi dandangan. Pada bulan ini, anda harus memarkir kendaraan agak jauh dari area makam karena saking padatnya peziarah. Sehingga anda harus rela berjalan jauh untuk sampai ke lokasi makam.

Untuk memasuki makam sunan kudus, anda harus melewati sebuah pintu yang terkenal sebagai lawang kembar atau dalam bahasa indonesia berarti pintu kembar yang menurut penduduk setempat terdapat mitos tersendiri mengenai pintu tersebut.

Untuk mengabadikan momen bahwa anda pernah berkunjung ke makam sunan kudus, anda dapat mengambil foto bersama rombongan anda di depan kompleks area. Anda juga bisa menyewa jasa tukang foto yang ada di area tersebut. Jika anda ingin membawa oleh-oleh kepada kelurga yang ada di rumah, tak perlu khawatir. Karena banyak toko yang menjual souvenir dan oleh-oleh khas Kudus di area makam sunan kudus.
Share:

Definition List

Unordered List

Support