This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 16 November 2017

MAJESTIC IJEN DALAM PARADE KARNAVAL BANYUWANGI ETHNO CARNIVAL 2017








Ada puluhan even yang ditampilkan dalam Banyuwangi Festival 2017, beberapa diantaranya bahkan berkelas dunia. Salah satunya adalah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Setiap tahun selalu mengusung tema berbeda
yang digali dari unsur budaya lokal Banyuwangi. Even BEC selalu ditunggu baik oleh masyarakat lokal
Banyuwangi maupun para wisatawan domestik dan mancanegara.




Keagungan Kawah Ijen
Share:

Rabu, 15 November 2017

SAHID OSING RESORT KEMIREN, DI KAWASAN DESA ADAT KEMIREN BANYUWANGI


Hotel bintang di Banyuwangi bertambah lagi. Setelah Grand Harvest Resort & Village disusul kemudian Sahid Osing Resort Kemiren, sebuah jaringan hotel nasional yang hadir melengkapi amenitas di Banyuwangi. Kebetulan keduanya sama-sama berada di kawasan menuju destinasi wisata Kawah Ijen. Bedanya, Grand Harvest terletak di Kecamatan Licin, sedangkan Sahid Osing di Kecamatan Glagah.



Salah satu
Share:

Selasa, 07 November 2017

DOESOEN KAKAO GLENMORE, DESA PENGHASIL COKELAT TERBAIK DUNIA





Banyuwangi tak hanya dikenal dengan potensi wisata, seni dan budayanya. Banyuwangi juga memiliki sajian kuliner yang
unik. Yang belum banyak diketahui, Banyuwangi juga punya cokelat yang sudah lebih dahulu terkenal di luar negeri, bahkan menjadi salah satu cokelat terbaik di dunia.


Mau menikmati secangkir coklat terenak sedunia? Datang saja
ke Doesoen Kakao Glenmore, Banyuwangi. Disinilah
Share:

Senin, 06 November 2017

GLEN CAFE GLENMORE, TEMPAT NONGKRONG YANG INSTAGRAMABLE



Diam-diam mulai bermunculan tempat wisata instagramable di Glenmore, sebuah kecamatan di Banyuwangi barat. Salah satunya Glen Cafe atau lengkapnya bernama Glen Futsal Cafe and Resto. Meskipun nama resminya cafe, namun tempat ini lebih menonjol nuansa wisatanya. Belum lama dibuka pada bulan Juni 2017, tempat ini langsung menyedot perhatian masyarakat Banyuwangi.



Glen Cafe menyajikan tempat
Share:

Rabu, 01 November 2017

Pesona Tempo Doeloe dari Semarang Old Town

Hai Sahabat Pesdu... Kali ini aku mau bagi informasi terkait wisata Semarang yang akhir-akhir ini menjadi primadona. Pertama kali saya lihat di media sosial, saya kira pedestrian tersebut ada di Bandung. Tapi ternyata di Semarang. Jadi lumayan dekat dengan kost-an (^^). Alih-alih pergi ke pasar, mampir dulu ke Kota Lama.
Lokasi menarik untuk penggemar selfie dan juga wisatawan di Kota Semarang kembali bertambah. Semarang Kreatif Galeri di kawasan Kota Lama yang menarik dengan jalur pedestriannya.

Lokasi yang berada di Jalan Letjen Suprapto yang tak jauh dari Gereja Blenduk, tepatnya di gedung kuno yang digunakan PT Telkom. Jika sore mulai tiba, banyak wisatawan yang datang dan mulai berpose di pedestrian depan gedung tersebut.

Baca juga :
Pesona Lawang Sewu Peninggalan Belanda
Wisata Indonesia Semarang : Puri Maerakaca
Kampung Pelangi Semarang yang Menarik Perhatian Dunia


Desain pedestriannya menarik karena luas dan memiliki berbagai hiasan. Perpaduan meja dan kursi antik di depan gedung juga menarik warga untuk nongkrong di sana. Jadi, jika kalian capek jalan buat nyari spot foto yang menarik, kalian bisa istirahat di kursi yang telah disediakan.

Nah... jika kalian sudah puas ber-swafoto di pedestrian, pengunjung bisa mengunjungi Semarang Kreatif Galeri. Yang terdapat berbagai barang hasil produksi UMKM di Semarang. Di sana juga, terdapat Keris Cafe yang menyediakan oleh-oleh tradisional dan jajan pasar dengan gaya cafe.

Tertarik mencoba pengalaman "tempo doeloe" dari Semarang Old Town? Langsung aja kesini kuy. Bisa email saya kalo mau ditemenin.... hehehe

-Salam Pesona Dunia : Afifah Saffa-
Share:

Selasa, 24 Oktober 2017

Kampung Pelangi Semarang Yang Menarik Perhatian Dunia

Kampung Pelangi di Semarang menarik perhatian pengguna media sosial di Indonesia hingga dunia. Namun apakah proyek senilai Rp3 milyar ini mampu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin di sekitarnya atau hanya sekedar tren foto Instagram saja?



Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir Kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun beberapa pekan terakhir, kampung ini berubah rupa, dan juga berganti nama: menjadi Kampung Pelangi yang penuhi warna-warni. 




Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar.
(Tapi) setelah perbaikan itu selesai pada Desember lalu, kita lihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan di belakangnya yang merupakan kawasan kumuh
Dari situlah muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan proyeksi anggaran sekitar Rp3 milyar. Namun proyek ini tidak bisa didukung oleh anggaran pemerintah karena tidak semua rumah di sana tergolong miskin, sehingga pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan, hingga uang pribadi. 

Menarik perhatian dunia
Ini tentu bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa.
Tapi foto-foto yang banyak diunggah di media sosial media asing ramai membicarakannya. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirrorhingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.
"The Tiny Rainbow Village That's Sparking an Instagram Craze (Kampung Pelangi yang kecil ini memicu kegilaan di Instagram)," kata situs fesyen Vogue.
"Dari perumahan reyot menjadi kampung pelangi: kota kumuh disulap menjadi tempat wisata populer berkat polesan cat," tulis Mirror.co.uk.


Banyak wisatawan lokal datang ke kampung ini terutama pagi dan menjelang sore. Lidia asal Bekasi misalnya tahu tentang kampung ini dari unggahan di media sosial. Dia kebetulan singgah di Semarang, dan akhirnya menyempatkan diri mampir, untuk melihat dan berselfie.
"Tidak beda jauh dengan foto-foto yang beredar, puas banget bisa sampai di kampung pelangi Semarang," katanya seperti dilaporkan oleh Erna Virnia, reporter Elshinta Semarang, mitra radio BBC Indonesia.
Lainnya mengaku senang karena bisa melihat langsung kampung berwarna-warni yang mirip dengan di kota Malang. "Senang, karena setahu saya adanya di Jawa Timur," kata Winda.

Agar tak lagi miskin
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa perbaikan di Kampung Pelangi ini diharapkan tak hanya sekedar luarnya saja. "Kami ingin mengubah sebuah wilayah yang terlihat kumuh dan sebagian warganya hidup di bawah garis kemiskinan, bisa menjadi perkampungan yang nyaman ditinggali dihuni dan kesejahteraan mereka menjadi lebih baik."
"Harapannya ini bisa menjadi role model pengentasan kampung miskin yang lain di Semarang," sambungnya. Setelah mengecatan tahap pertama rampung untuk sekitar 240 rumah, tahap dua akan dilakukan segera.
Hak atas foto Erna Virnia Image caption Setyaningsih menjual miniman dingin setelah banyak orang datang berkunjung.
Setyaningsih, warga kampung, mengatakan perubahan ini menguntungkan bagi ekonomi keluarganya. "Kampungnya jadi ramai, dulunya saya tidak jualan, sekarang jadi jualan, sudah tiga minggu," katanya yang menawarkan berbagai minuman dari dingin.
"Pengunjungnya malah tidak sabar tidak dibuka, belum dibuka sudah ada pengunjung. Pagi jam 6-7 sudah ramai, siang sepi, nanti menjelang sore ramai lagi. Sehari kira-kira dapat Rp200.000."
Proyek Kampung Pelangi belum sepenuhnya rampung karena sejumlah rumah masih terlihat kumuh dan rusak. Sekitar 100 rumah, menurut pemerintah kota, masih belum dicat dan pihaknya berencana untuk melakukan perbaikan segera.
Share:

Jumat, 20 Oktober 2017

BANYUWANGI GELAR COFFEE PROCESSING FESTIVAL AGAR KUALITAS PRODUKSI KOPI MENINGKAT


Banyuwangi kota kopi? Anda bisa berdebat soal ini, tapi lihat saja keseriusan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dalam urusan perkopian. Mulai dari menyelenggarakan even festival tentang kopi, mendorong UKM mengembangan potensi kopi di desa-desa penghasil kopi, sampai edukasi untuk para pelaku usaha dan peminat perkopian, tak henti-hentinya dilakukan.


Peserta pelatihan diajak praktek
Share:

Definition List

Unordered List

Support