This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 02 Februari 2014

Berburu Souvenir Anyaman di Desa Beleka, Praya, Lombok


Jika Anda sedang melakukan wisata di pulau Lombok dan mencari beberapa oleh-oleh khas Lombok untuk di bawa pulang, maka sempatkanlah singgah di pusat souvenir Beleka. Ya... Desa Beleka adalah desa sentra industri yang tertua dan terbesar di Pulau Lombok.

Kerajinan
yang dihasilkan di desa Beleka adalah pernak-pernik anyaman. Hampir
semua penduduknya berprofesi sebagai pengerajin anyaman.
Share:

Selasa, 28 Januari 2014

Objek Wisata Di Gianyar Bali

Gianyar

Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten dari 9 kabupaten yang ada di Provinsi Bali yang kaya akan keanekaragaman seni, adat dan budaya yang masi tetap berkembang dan lestari sampai saat ini, sehingga dikenal sebagai Kabupaten Seni. Gianyar berbatasan dengan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar disebelah Barat, Kabupaten Bangli di sebelah Utara, Kabupaten Bangli dan Klungkung disebelah Timur serta selat Badung dan Samudra Indonesia disebelah Selatan. Terdapat 12 buah sungai melintasi wilayah Gianyar Sebagian besar air sungai dimanfaatkan sebagai irigasi persawahan. Gianyar tidak memiliki gunung berapi.

Gianyar memiliki 61 obyek wisata, sampai saat ini 17 yang telah berkembang dan sisanya sangat potensial untuk dapat dikembangkan. Obyek-obyek wisata yang ada diantaranya, 19 obyek peninggalan purbakala, 15 obyek wisata budaya, 7 obyek wisata bahari, 12 obyek alam, 5 obyek wisata rekreasi, 2 obyek wisata wana dan 1 obyek wisata remaja. Keberadaan semua obyek tersebut hampir merata di 7 Kecamatan di Kabupaten Gianyar. Selain itu Gianyar juga memiliki potensi seni budaya diantaranya seni tari, seni musik / tabuh, seni lukis, seni suara maupun seni karya. Gianyar memiliki segudang seniman yang terbesar di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar dengan dilengkapi stage yang dikelola sanggar – sanggar seni maupun perorangan yang siap menyambut kedatangan wisatawan.

Kabupaten Gianyar memiliki paling banyak aset museum diantara Kabupaten lainnya di Pulau Bali, diantaranya Museum Arkeologi, Rudana, Neka, Antonio Blanco, Museum Lukisan Ratna Warta, Arma, Museum Pendet dan Museum Runa Jewellery. 

Kepariwisataan Gianyar bermula pada tahun 1920-an saat Walter Spies seorang pelukis asing kelahiran Jerman yang menetap di Ubud, di tepi sungai wos tepatnya di Campuhan Ubud. Nama Walter Spies cukup melegenda di Bali. Kemasyuran nama Walter Spies telah tertulis dalam buku “ Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata ” karya penulis Perancis Michael Picard ( 2006 ) sempat diulas kiprah Walter Spies sebagai salah satu Pioneer Pariwisata Bali selama menetap di Ubud. Spies menetap belasan tahun di Bali, selama periode itu Spies menjadi orang yang banyak mengetahui tentang Bali. Dia bahkan menjadi pemandu bagi para seniman, penulis tokoh lainnya yang berkunjung ke Bali.

Kabupaten Gianyar memiliki obyek wisata bahari yang sangat menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Ayung dengan wisata arung jeramnya, pantai-pantai yang membentang di selatan seperti Pantai Lebih dengan nelayan tradisional dan wisata kuliner sate dan ikan bakarnya, Pantai Keramas yang dengan ombaknya yang sangat cocok bagi wisatawan yang senang surfing, Pantai Cucukan, Masceti, Lembeng dan lainnya. Untuk wisata rekreasi, Kabupaten Gianyar memiliki Obyek Wisata Gajah di Desa Taro yang merupakan Taman Wisata Gajah terbaik di Asia yang memberikan pelayanan standar internasional dengan panorama desa Taro yang masih alami dan memikat. Disamping itu juga ada Taman Burung yang terletak di desa Batuan Batubulan, Taman Reptil di desa Singapadu serta yang terbaru adalah Bali Safari and Marine Park yang terletak di desa Serongga yang merupakan Taman Safari terbesar di wilayah Indonesia Timur dengan berbagai koleksi binatang buas dan mamalia yang dibiarkan hisup bebas di habitat yang dirancang khusus sehingga pengunjung seolah – olah ada di habitat aslinya.

Aneka ragam tempat wisata di Kabupaten Gianyar Bali dapat anda kunjungi selama berlibur di Pulau Bali diantara sebagai berikut:

Istana Presiden Tampaksiring

istana tampaksiring bali
Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.  Istana Tampaksiring juga merupakan salah satu peninggalan monumental Presiden Soekarno. Gagasannya menjadikan Tampaksiring yang berhawa sejuk sebagai Istana Presiden, meluncur tahun 1957. Penataan kawasan pun langsung dimulai saat itu, karena harus dikerjakan secara bertahap, bangunan seluruhnya baru rampung tujuh tahun kemudian. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan pertama yang langsung rampung pembangunannya tahun 1957. Dua bangunan lainnya, Wisma Bima dan gedung serba guna, baru rampung tahun 1963. Istana itu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan presiden bersama keluarga, juga bagi para tamu negara.

Istana Kepresidenan Tampaksiring dibangun di atas lahan seluas lebih dari 19 hektar.  Istana Presiden Tampaksiring didukung oleh empat bangunan utama. Tiga di antaranya berupa wisma, yaitu Wisma Merdeka, Wisma Bima, dan Wisma Yudhistira, yang terakhir adalah bangunan serba guna. Wisma Merdeka terdiri dari Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, Ruang Kerja, yang penataannya demikian indah, berhiaskan patung-patung serta lukisan-lukisan pilihan. Wisma Negara  terdiri dari Ruang Tamu Negara. Bagian utama Wisma Negara juga sama dengan bagian utama Wisma Merdeka, kedua wisma ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Tamu-tamu negara dari negara-negara sahabat, yang datang berkunjung untuk membina persahabatan, selalu diantar melalui jembatan ini dari Wisma Merdeka ke Wisma Negara. Itulah sebabnya, jembatan ini disebut Jembatan Persahabatan. Wisma Yudhistira terletak di sekitar tengah kompleks Istana Tampaksiring, merupakan tempat menginap rombongan Presiden atau rombongan tamu negara yang sedang berkunjung ke Istana Tampaksiring. Wisma Bima terletak di sebelah barat laut Wisma Merdeka berfungsinya sebagai tempat beristirahat para pengawal serta petuga yang melayani Presiden beserta keluarga atau para tamu negara. Wisatawan yang ingin mengunjungi istana ini terlebih dahulu harus bersurat ke Rumah Tangga Istana, karena Istana tidak dibuka untuk umum.

Tampaksiring juga memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya (dalam rangka kepariwisataan) dengan membangun pintu masuk tersendiri yang dilengkapi dengan Candi Bentar, Koro Agung, serta Lapangan Parkir berikut Balai Bengongnya. Dalam rangka menyongsong kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV) yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003, Istana Tampaksiring menambahkan bangunan baru berikut fasilitas - fasilitasnya, yaitu gedung untuk Konferensi dan untuk resepsi. Selain itu, istana juga merenovasi Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian.

Pantai Lebih

perahu nelayan pantai lebih bali
Salah satu pantai di Gianyar adalah Pantai Lebih, yang berjarak sekitar 7 km dari Kota Gianyar. Lokasi pantai ini terletak di desa Lebih. Dari pantai ini pengunjung bisa melihat gambaran pulau lombok dari barat karena pantai ini memang di batasi oleh pulau lombok pada bagian timur. Untuk sebelah selatan, wisatawan bisa melihat bentuk pulau Nusa Penita yang terkenal.

Pantai Lebih memiliki kealamian dan keasrian yang akan memukau setiap wisawatan yang berkunjung ke pantai ini. Hamparan pasir hitam akan menyambut pengunjung. Di pantai ini selain bisa melakukan aktifitas di lautnya, juga bisa menyantap aneka hidangan bernuansa laut yang sangat lezat. Pantai ini memang relatif sepi pada hari biasa, sehingga menawarkan hal yang berbeda bagi wisatawan, yaitu ketenangan. Suasananya yang aman, tentram, dan tenang membuat pantai ini pantas dijadikan lokasi liburan bagi Anda sekeluarga. Setiap hari libur jumlah kunjungan pantai ini akan meningkat, berbeda dengan hari biasanya.

Pantai ini dilengkapi dengan area parkir yang luas, warung-warung yang menjual makanan dan minuman serta kolam. Masyarakat sekitar pantai sepakat untuk menjaga pantai ini agar tetap bersih, sehat dan nyaman dengan cara bersama-sama bergotong royong membersihkan pantai.

Ubud

panorama ubud bali
Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju dalam tatanan kehidupan masyarakatnya. Kesenian menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitas kehidupan mereka. Ubud merupakan pusat kesenian di Bali. Ubud terkenal akan seni lukisnya, seni patung, seni tabuh juga seni tarinya. Di sini banyak terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di setiap penjuru desa. Daerah ini sudah sangat terkenal sejak lama. Sejak tahun 1920-an ketika seniman, komponis dan sarjana barat datang dan melakukan riset disana sambil menikmati hidup di Ubud. Kala itu pelukis Jerman Walter Spies, pelukis Belanda Rudolf Bonnet dan juga Antonio Blanco yang berasal dari Spanyol menetap di sana. Mereka dibantu oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka bisa dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.

Selain dikenal sebagai kota para seniman, Ubud adalah sebuah tempat peristirahatan yang memiliki kawasan wisata yang sangat beragam dan menarik, mulai dari wisata alam hingga wisata budaya tersebar di kawasan Ubud, seperti pemandangan terasering persawahan, petualangan Rafting di sungai Ayung, wisata alam Monkey Forest, istana Kerajaan Ubud, museum lukisan, pasar seni tradisional dan pemandangan perbukitan di bukit Campuhan. Anda juga bisa menikmati suasana pedesaan, pemandangan persawahan yang hijau menyegarkan mata sambil olahraga dengan naik sepeda.

Pusat pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan adat adalah Puri Agung Ubud Krisnakusuma yang terletak tepat di jantung kota Ubud. Puri Ubud ini masih memiliki tata ruang dan bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Di halaman depan, setelah pintu gerbang, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Disini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan yang dipertunjukkan di tepat di depan puri. Dan setiap hari, dilaksanakan latihan gamelan dari berbagai kelompok seni musik yang ada di Ubud. Semua aktivitas seni ini semakin menjadikan suasana Ubud sebagai sebuah desa yang berwawasan kesenian dengan paduan pesona alamnya yang menawan. Untuk seni tabuh dan tari, Puri saren adalah pusatnya, di puri inilah lahir gamelan ”Sakeha Gong Sadha Budaya” yang pernah melawat ke Eropa dan negara-negara Asia. Puri Saren Ubud juga secara rutin menyajikan pertunjukan tari dan tabuh buat wisatawan.

Kedatangan pelukis Walter Spies and Rudolf Bonnet kemudian memperkenalkan teknik melukis gaya Eropa kepada pelukis lokal disini dengan gaya pencahayaan pada lukisan. Nah, gaya lukisan tersebut kemudian dikombinasikan oleh para seniman lokal yang kemudian dikenal dengan lukisan gaya Ubud. Lukisan tersebut bisa dilihat dikedai-kedai dan gallery seni ubud. Ubud juga telah menarik hati  Antonio Blanco untuk melukis dan kemudian mendirikan museum Blanco.

Museum seni rupa pertama adalah museum Ratna Warta yang diprakarsai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan Yayasan Ratna Warta, dan di buka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin. Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha. Gallery dan museum lainnya yang ada di seputaran ubud yaitu, Antonio Blanco Gallery, Lempad Gallery, Neka art Museum, Museum Rudana.

Di sini pula Elizabeth Gilbert, penulis Novel laris yang berjudul “Eat Pray Love" mencari keseimbangan hidup dan spiritualitas hinga akhirnya ia menemukan cintanya. Dari Ubud lah dia memulai petualanganya di pulau dewata Bali, sebuah pulau yang menarik perhatian Elizabeth Gilbert karena kekayaan dan pesona alamnya yang indah, seni budaya yang unik dan masakannya yang khas, di pulau Bali lah ia menemukan semuanya. Ikuti jejak langkah Elizabeth Gillbert dalam perjalanannya di Ubud, Anda dapat merasakan keindahan Ubud seperti yang dia rasakan. Seperti yang ia gambarkan pada Novel “Eat Pray Love” yang bercerita tentang pengalamannya selama lebih dari satu tahun tinggal di Italia, India dan Indonesia dalam pencariannya terhadap keseimbangan batin dan pemenuhan spiritual dalam kehidupannya. Tinggal di tempat yang dikelilingi oleh pemandangan yang subur dan hijau, berteman dengan orang-orang lokal Ubud, Liz belajar bagaimana menemukan keseimbangan dan makna hidup yang sebenarnya. Novel itu kemudian di angkat ke layar lebar dalam film "Eat, Pray, Love", yang di bintangi aktris terkenal Julia Roberts.

Di Ubud banyak terdapat falitas akomodasi berupa hotel-hotel mewah yang artistik, dan juga akomodasi ekonomis yang bisa menjadi alternatif pilihan bagi para wisatawan.

Desa Batubulan

pagelaran tari kecak bali
Wisata desa di Gianyar salah satunya adalah Desa Batubulan yang merupakan desa perbatasan antara Gianyar dan Badung, dari Denpasar jaraknya sekitar 8 Km. Batubulan terkenal kerajinan patung batunya. Disepanjang jalan utama berjejer toko-toko kesenian yang memajangkan patung batu padas. Patung-patung tersebut umumnya digunakan untuk kepentingan tempat suci atau sarana religi. Hasil seni patung itu juga dimanfaatkan untuk hiasan taman. Selain patung batu cadas, batubulan indentik dengan Tari Barong atau Barong Dance. Di desa ini terdapat 3 panggung terbuka (Tegal Tamu, Puri Agung dan Pura Puseh Bendul), tempat tari barong dipentaskan tiap hari, mulai pukul 10.00, dengan penonton utama para wisatawan Grup pertunjukan tari barong mulai berkembang sekitar tahun 1970-an dengan segala persfektifnya sampai sekarang. Sejalan dengan perkembangan pariwisata dan kejelian penduduk menangkap peluang, di Batubulan kini juga bisa dilihat pemasaran hasil kerajinan perak/emas, gerabah, meubel dan atau komponen rumah antik.

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Desa Celuk

Desa Celuk merupakan pusat kerajinan emas dan perak di kabupaten Gianyar yang terkenal selain Batubulan. Hasil kerajinan emas dan perak disini bermutu tinggi serta asli buatan tangan pengrajin yang paham betul cara pembuatannya. Sedikitnya 1.700 s/d 2.500 pengrajin yang bertahan hidup hanya mengandalkan kemampuannya membuat barang-barang kerajinan emas dan perak di Celuk. Keahlian ini diperoleh turun temurun dari orang tuanya.

Kedai-kedai seni yang menjual perhiasan emas dan perak (bros, gelang, kalung, cincin dan sebagainya) berjejer di sepanjang jalan utama Desa Celuk. Produksi kerajinan Celuk sudah lama menembus pasaran ekspor. Desainnya pun berkembang sebagai perpaduan bakat seni lokal Celuk dan selera pasar internasional yang di perkenalkan melalui wisatawan mancanegara.

Desa Sukawati

sukawati bali art market
Seperti juga di desa-desa lainnya di Bali, di Sukawati inipun dapat dijumpai pematung, pelukis, penari dan bahkan dalang seni wayang Kulit. Desa Sukawati berjarak sekitar 18 km dari ibukota Denpasar Bali dan dapat ditempuh dalam waktu kira kira 30 menit menggunakan kendaraan bermotor, 30 km dari kawasan Kuta dan kurang lebih 90 menit perjalanan dari bandara Ngurah Rai Bali. Desa Sukawati ini terkenal akan pasar seninya yakni Pasar Seni Sukawati (Sukawati Art Market).  Pasar Seni Sukawati sudah ada sejak lama namun baru di era tahun 80-an pasar ini menjual dan memasarkan produk kerajinan tangan yang menjadi ciri khas Bali, selain sebagai pasar induk. Sampai saat ini Pasar Seni Sukawati menjadi salah satu pilihan yang menarik sebagai objek wisata belanja yang ada di Bali. Wisatawan domestik dan mancanegara, siswa-siswa yang berdarmawisata, kerap berhenti disini untuk membeli oleh-oleh dari Bali.

Di pasar Sukawati banyak terdapat kedai-kedai seni yang menjual berbagai hasil kerajinan. Pasar seni Sukawati menawarkan barang-barang kerajinan yang berkualitas dengan harga relatif murah. Wisatawan bisa menawar barang-barang kerajinan yang hendak dibeli. Terdapat berbagai bentuk karya seni, kerajinan tangan unik dan menarik yang dijual dan dipasarkan seperti : lukisan, baju Barong, sarung/kain pantai, patung patung, tas, dompet, payung, sandal, bed cover, kalung dan berbagai bentuk kerajinan tangan lainnya. Pasar Seni Sukawati buka dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore, sebelum mereka memulai beraktifitas terlebih dulu bersembahyang. Setiap hari pasar ini selalu ramai dikunjungi oleh  berbagai lapisan masyarakat, juga para wisatawan yang bertujuan berbelanja dan membeli kerajinan khas Bali untuk di jadikan sebagai koleksi, atau souvenir buat saudara, keluarga, teman dan kolega. Pasar Seni Sukawati tutup saat Hari Raya Nyepi dan Galungan.

Bila ingin belanja di Pasar Seni Sukawati sebaiknya datang di pagi hari karena pedagang disana menganggap dan percaya bila orang pertama datang dan membeli barang dagangan mereka diangggap awal yang baik mendapatkan penglaris dan akan mempermudah jualan mereka di siang hari, biasanya pembeli pertama bisa mendapatkan harga relatif lebih murah. Di Pasar Seni Sukawati juga berlaku tawar menawar dalam transaksi jual beli seperti halnya pasar seni atau pasar tradisional lainnya. Kita tidak pernah tahu berapa harga yang pasti karena setiap pembeli mendapatkan harga yang berbeda. Jangan malu atau sungkan untuk melakukan tawar menawar harga sehingga mendapatkan harga yang sesuai dengan harapan anda, penjual tidak akan marah kalau kita menawar dengan harga rendah, itu sudah menjadi tradisi disana. Disepanjang Pasar seni Sukwati di sebelah Selatannya juga terdapat Pasar seni Guwang di buka sejak tahun 1996.

Desa Mas

kerajinan patung desa mas bali
Desa Mas dapat ditempuh sekitar 20 Km utara Denpasar atau 6 Km sebelum Ubud, desa ini terkenal sebagai desa ukiran kayu. Seni kerajinan patung kayu sudah berkembang sejak lama di Mas, tapi secara komersil baru berkembang tahun 1970-an ketika wisatawan mulai berdatangan ke Bali. Berbagai produk kerajinan kayu seperti meja, perabot rumah tangga, patung, pernak-pernik dapat ditemukan di desa Mas ini. Harganya pun bervariasi tergantung dari kerumitan dan lama pekerjaan pembuatan ukiran kayu, ada
yang membuat meja kayu dengan ukuran kurang lebih 1 meter x 2.5 meter tebal meja 25 cm dengan harga hingga puluhan juta rupiah.

Pematung-pematung berkaliber lahir di Mas seperti Ida Bagus Nyana, Kemudian anaknya yang bernama Ida Baqus Tilem (almarhum). Selain patung-patung dengan kualitas seni tinggi, di Mas juga berkembang patung-patung buah, bunga,dan binatang gaya baru yang pop art . Untuk patung buah-buahan yang realistik I Nyoman Togog adalah tokohnya yang sangat terkenal. Karena keahliannya dia mendapat Anugrah Upakerti dari presiden Soeharto. Desa Mas juga memiliki daerah persawahan terbentang luas yang hijau memesona.

Desa Tegalalang

sawah bersusun tegalalang ubud bali
Objek wisata Desa Tegalalang dikenal dengan wisata alamnya yang indah dan eksotis, yaitu wisata alam pemandangan persawahan yang bersusun-susun (Terasering Ceking ), yang berada di lereng bukit yang curam. Desa Tegalalang terletak di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Perjalanan ke Tegalalang ditempuh dengan menggunakan mobil sekitar 20 menit dari Ubud dan 1 jam dari Denpasar. Ketika masuk musim tanam padi, pemandangannya akan terlihat lebih indah dengan nuansa hijau yang dominan. Nuansa hijau dari persawahan ini akan memberikan sebuah perasaan sejuk dan damai bagi wisatawan. Banyak wisatawan yang datang untuk berlama-lama menikmati keindahan pemandangan alam di Desa Tegalalang. Pemandangan alam indah ini dapat ditemukan dipinggir jalan disepanjang jalan menuju Desa Tegalalang.

Daerah persawahan Terasering Ceking Tegalalang memiliki pemandangan yang indah dengan sawah hijuanya yang bertingkat tertata apik dan rapi buah tangan para petani. Udara sejuk dan nyaman yang akan membuat anda terbuai. Di obyek wisata ini akan dapat dilihat para petani yang sedang membajak serta memelihara sawah mereka di daerah perbukitan yang miring lengkap dengan sistim irigasinya yang terus mengalirkan airnya dari pegunungan. Ceking Terrace ini merupakan satu obyek wisata alam yang saat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap hari. Banyak wisatawan datang dari dan ke Kintamani singgah di tempat ini untuk menyaksikan keindahan pemandangan sawah berteras menghijau sembari makan siang atau menikmati kudapan khas Bali ditemani minuman kelapa muda dingin yang nikmat.

Selain dikenal dengan pemandangan alam persawahannya yang indah, Desa Tegalalang, khususnya di Banjar Sapat, juga dikenal sebagai desa sentra kerajinan kayu di Bali. Banyak hasil dari kerajinan kayu dihasilkan, seperti hasil kerajinan kayu berupa patung burung yang dibuat dari kayu albasia atau kayu sengon. Digunakannya kayu albasia atau sengon, karena selain kayunya ringan juga mudah dibentuk serta tahan lama.

Dalam perjalanan pergi atau pulang dari sawah indah Tegalallang ratusan toko-toko kerajinan dan manufaktur akan Anda lewati. Aneka kerajinan tangan berbentuk jerapah, kucing-kucingan, dolphin, yang terbuat dari kayu atau besi. Ada juga beragam lukisan dan aneka model tas dari beragam bahan, ukiran batu padas kecil, ukiran kayu murah meriah, topeng kayu, beragam kerajinan tangan dari kaca yang dibentuk menjadi vas bunga, botol unik, piring-piring, semuanya ada di sini. Toko dan showroom ini berjejer sepanjang 10 km, wilayah ini tumbuh subur menjadi sentra kerajinan seni. Barangkali hanya kecamatan ini yang memiliki deretan art shop terpanjang di dunia.

Beberapa hotel yang dapat Anda jadikan referensi bila ingin bermalam di Tegalalang seperti Alam Sari Keliki, Bagus Jati, Varja.

Mongkey Forest

monyet liar di monkey forest ubud bali
Monkey Forest (Wanara Wana) atau Hutan Kera adalah cagar alam dan komplek candi, merupakan kawasan hutan sakral yang terdapat di kawasan Ubud, tepatnya masuk ke dalam wilayah desa adat Padangtegal, Ubud. Di hutan ini terdapat sekawanan kera yang jumlahnya ratusan, yang telah menghuni kawasan ini selama ratusan tahun yang dikenal sebagai Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Jalan Monkey Forest  merupakan jalan utama ke Ubud. Di kawasan ini terdapat pula Pura Dalem Padangtegal serta Pura Madia Mandala, yang didirikan pada awal abad ke-20. Pura tersebut memiliki arsitektur serta ornamen yang sangat kuno dan artistik. Anda juga bisa mencari mata air suci di bawah Patung Komodo yg tersembunyi, yg mana bila diminum, dipecaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit.

Ketika Anda berada di Monkey Forest Sanctuary tetaplah berada di jalan yang biasa dilalui, jangan masuk ke daerah kawanan kera karena mungkin monyet-monyet disini merasa bahwa Anda mencoba untuk menyerang rumah mereka. Jangan memberi mereka makan kecuali Anda ditemani oleh pemandu yang mengawasi Anda. Dan ingat juga bahwa mereka makhluk yang ingin tahu, Jadi jaga barang bawaan Anda. Jika mereka "mengambil" salah satu item yang Anda bawa, mintalah bantuan pemandu untuk mengambilnya kembali.

Berbagai akomodasi penginapan tersedia di Ubud, muali dari yang sederhana sampai dengan vila pribadi. Pilihan terbaik untuk kenyamanan dan pelayanan di jalan Monkey Forest antara lain: Komaneka Resort dan KajaNe Mua Villa,  Maya Ubud Resort & Spa dan Four Seasons Bali yang sedikit jauh. Terdapat toko-toko di Monkey Forest Ubud yang menawarkan berbagai macam perhiasan, keranjang, ukiran kayu, tekstil tenun ikat, lukisan dan perhiasan perak.

Bali Bird Park - Taman Burung Terbesar di Bali

wisata alam taman burung bali
Salah satu tempat wisata favorit di pulau Bali khususnya bagi keluarga dan anak-anak yaitu Bali Bird Park (Taman Burung Bali), berlokasi di Singapadu, Kecamatan Sukawati lebih kurang 12 Km dari Kota Denpasar. Kawasan Taman Burung ini terkenal akan koleksi burungnya yang langka dan merupakan ikon Bali, Jalak Bali (Starling). Di tempat ini para wisatawan dapat melihat beragam jenis burung baik burung asli Pulau Bali, seluruh Indonesia maupun burung dari Mancanegara. Burung-burung yang menghuni Taman Burung Bali ini ada yang ditempatkan di dalam sangkar dan ada pula yang dilepas di taman. Penempatan sangkar-sangkar ini diatur secara terpisah dan dikelompokkan berdasarkan masing-masing jenis untuk memudahkan mengenal dari mana asalnya. Selain sebagai taman burung di sini terdapat taman yang dirancang mirip hutan hujan (rain forest) yang cukup lebat dengan kelembaban udara terasa merasuk, karena rapatnya pohon-pohon. Di sini juga terdapat sejumlah telaga yang berisi ikan dan koleksi tanaman air, juga burung air, angsa hitam, flaminggo, pelikan, dan lain-lain. Di tengah telaga terdapat teratai raksasa Victoria regia yang sengaja didatangkan dari Florida Amerika Serikat.

Taman Burung Bali memiliki koleksi sekitar 1.000 satwa burung dari 250 spesies unggas. Pengunjung taman burung berasal dari berbagai negara, seperti wisatawan asal Rusia, wisatwa asing kawasan Eropa, Asia, ustralia dan lain-lain. Dibuka pada Oktober 1995, taman burung itu terus dikembangkan dan ditambah koleksinya. Wisatawan bukan hanya bisa menikmati pesona burung-burung yang ada, melainkan dapat pula melihat pengembangbiakan burung sejak dari telur sampai menetas, saat-saat burung diberi makan, bahkan berfoto bersama sejumlah burung eksotis di tempat itu. Taman burung itu juga dilengkapi dengan restoran, kafe, dan toko yang menjual berbagai cenderamata yang berkaitan dengan burung. Berbagai jenis burung yang ada di Bali Bird Park diantaranya yaitu; burung asli Bali jalak putih, burung dari Irian dan papua Nugini; Kasuari, Burung Nuri, Burung hantu dan masih banyak jenis burung-burung lainnya.

Sungai Ayung Rafting

wisata alam rafting sungai ayung bali
Bagi wisatawan yang tertarik mengikuti kegiatan rafting, salah satu tempat yang paling favorit di Bali yaitu di Sungai Ayung, Payangan dekat Ubud. Perjalanan dari Kuta ditempuh kurang lebih 1  jam. Rafting sungai Ayung dimulai dari daerah Payangan dan berakhir di Desa Kedewatan sejauh kurang lebih 12 km dan ditempuh selama kurang lebih 2 jam untuk mengarungi arus di sungai ini. Boat yang tersedia untuk mengarungi sungai Ayung bisa menampung 4 orang + 1 instruktur. Setiap boat akan ditemani oleh seorang instruktur. Kegiatan ini cocok untuk keluarga bahkan untuk anak-anak sangat aman, karena arusnya tidak terlalu deras dan juga jeramnya tidak terlalu menukik. Rafting di sungai Ayung dikelola oleh operator yang berpengalaman dan tentunya telah bersertifikasi, memberikan perlindungan asuransi dan memiliki pelayanan yang menyenangkan.
Ketika sudah tiba di tempat stopping point (finish), kita bisa beristirahat dan menikmati shower, selanjutnya adalah menikmati hidangan makan siang.

Sungai Ayung ini merupakan sungai yang sudah dikenal sejak dulu sebagi tempat rafting terbaik dan terfavorit di Bali. Berarung jeram di Sungai Ayung memberikan sensasi berbeda dan sangat menantang untuk dicoba. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan berhadapan dengan arus sungai yang cukup deras, air terjun dan batu - batu sungai yang besar-besar. Sepanjang perjalanan akan melalui pemandangan pematang sawah, dan suasana alam yang sangat alami. Di sekitar Sungai Ayung juga terdapat beberapa air terjun kecil yang dapat dinikmati selama mendayung perahu karet dalam berarung jeram.Yang spesial di Ayung Rafting selain jeram-jeram ini adalah saat foto-foto dengan background ukiran di batu-batu pinggir sungai dengan panjang hingga ratusan meter. Pemandangan ini hanya bisa didapatkan saat rafting bersama tim Ayung Rafting.

River Tubing

Aktivitas wisata yang seru lainnya di Gianyar Bali adalah River Tubing . Wisata alam ini akan mengajak kita berpetualang selama 1,5 jam di Tukad (sungai) Pakerisan, Tampaksiring. Bali River Tubing merupakan aktivitas yang mirip rafting, cuma dalam tubing boat yang digunakan berkapasitas 1-2 orang saja. Boatnya berbentuk seperti donat yang sedikit agak lonjong yang di dayung hanya menggunakan tangan dan guidenya berada di bout yang berbeda. River Tubing akan membawa anda berpetualang sejauh 4,5 kilometer menyusuri sungai pakerisan yang masih asri di mana sumber air sungai ini bermuara di pura tirta empul yang konon air ini di percaya sebagai air suci. Selama perjalanan anda akan melewati beberapa jeram yang menantang dan berhenti di beberapa air terjun. Selesai aktivitas anda akan menikmati makan siang yang telah di hidangkan.

Taman Nusa: Jejak Arsitektur Indonesia dari Masa ke Masa

rumah adat di taman nusa bali
Taman Nusa adalah taman wisata budaya mengenai perjalanan sejarah Indonesia dalam hal bangunan atau seni arsitektur dari masa ke masa. Mengunjungi taman ini, Anda akan mendapat pengetahuan menyeluruh tentang budaya dari berbagai etnis Indonesia berlatarkan suasana alam Pulau Bali yang hijau. Taman ini baru dibuka pada 10 Juli 2013. Jika Jakarta memiliki Taman Mini sebagai taman replika Indonesia maka Bali memiliki Taman Nusa. Taman Nusa terletak di Desa Sidan, Gianyar, bagian tenggara Bali. Mencakup area seluar 15 hektar, taman wisata budaya ini berlatarkan sisi pegunungan yang hijau, panorama persawahan, hutan, jurang, serta Sungai Melangit. Taman Nusa dibangun dengan mengusung misi menjadikan taman budaya sebagai sarana pelestarian, rekreasi dan pendidikan bagi pengunjung baik lokal maupun mancanegara yang ingin memahami budaya Indonesia dengan cara lebih interaktif.

Taman Nusa dapat ditempuh sekira 45 menit hingga 1 jam berkendara dari Denpasar. Anda bisa naik taksi bandara, menyewa mobil atau motor untuk menuju ke sana. Anda juga dapat juga mendaftar pada tur yang memasukkan Taman Nusa dalam daftar destinasinya. Tur tersebut biasanya juga mencakup perjalanan ke Ubud. Konsep pembangunan Taman Nusa ini adalah menampilkan perjalanan waktu bangsa Indonesia dari masa ke masa. Semua tahapan masa tersebut diwakili oleh bentuk karya yang menggambarkan masa saat itu. Di tempat ini Anda dapat memahami perjalanan bangsa ini mulai dari zaman pra-sejarah, masa perunggu, masa kerajaan, Indonesia awal, Indonesia merdeka, Indonesia masa kini, dan Indonesia masa depan.

Terdapat pula Kampung Budaya dimana ada lebih dari 60 rumah tradisional yang dibangun dengan penataan sedemikian rupa sehingga menyatu dengan alam Bali. Mengunjungi kampung ini, Anda berkesempatan mengenal berbagai etnis, budaya dan kerajinan serta kesenian Indonesia. Rumah tersebut mencakup rumah dari Nias, Batak Danau Toba, rumah Dayak di Kalimantan, Toraja di Sulawesi, pendopo Jawa, Bali dan masih banyak lagi. Beberapa bangunan yang mewakili tiap masa dicirikan arsitektur dengan fitur Buddha, unsur Islam, rumah kolonial Belanda, serta pengaruh China untuk arsitektur modern dan Hindu.

Pura Goa Gajah

wisata sejarah pura goa gajah bali
Pura Goa Gajah terletak disebelah barat desa Bedulu atau sekitar 6 Km timur Ubud. Di tempat ini ada goa dan Pura berikut kolam tempat pertirtaan, yang berisi pancuran. Nama Goa Gajah di duga berasal dari kata “Lwa Gajah”, nama Wihara atau pertapaan bagi biksu dalam agama Budha. Nama tersebut terdapat pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Kata Lwa atau Lwah (Loh) memiliki arti sungai. Oleh karena itu, yang dimaksud di sini adalah pertapaan yang terletak di Sungai Gajah atau di Air Gajah. Dalam prasasti tahun 1103 Saka yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus disebutkan bahwa ‘Air Gajah’ adalah pertapaan bagi Pendeta Siwa. Goa Gajah di kelilingi area persawahan dengan ke indahan ngarai sungai Petanu, susasananya masi asri dan hijau. Menurut catatan sejarah, tempat wisata Goa Gajah pertama kali ditemukan oleh sarjana Belanda, Prof. Gorris dan Eting pada tahun 1923. Goa ini berbentuk huruf T dengan Arca Ganesha berbadan manusia namun berkepala gajah di sebelah kiri goa. Tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan untuk melihat peninggalan dari jaman purba kala Bali. Jaraknya dari Denpasar Kurang lebih 26 Km, berada pada jalur wisata Denpasar - Tampaksiring - Danau Batur - Kintamani.

Goa Gajah adalah merupakan pusat Kerajaan Bali Kuno, peninggalan kerajaan Bedulu yang dibangun pada abad ke-11 M, pada masa pemerintahan Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten raja Bedulu. Goa ini dijadikan sebagai tempat pertapaan, yang dibuktikan dengan adanya ceruk-ceruk di dalam goa. Kekunaan disini bisa dilihat dari Peninggalan Purbakalanya. Di pelataran Pura Goa Gajah terdapat Petirtaan Kuna 12 x 23 M2, terbagi atas tiga bilik. Dibilik utara terdapat tiga buah Arca Pancuran dan di bilik Selatan ada Arca Pancuran pula, sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca.

Di sekitar goa juga terdapat kolam pertitaan dengan tujuh patung widyadara-widyadari yang sedang memegang air suci. Yang tersisa hanya 6 patung saja, satu patung menurut petugas dipindahkan ke lokasi lain, akibat gempa beberapa tahun yang lalu. Enam patung ini merupakan symbol dari 7 sungai suci di India, yang merupakan tempat kelahiran agama Hindu dan Budha.

Pembangunannya dimulai abad ke 10 atau 11 berdasarkan prasasti yang dipahatkan pada dinding timur dari mulut goa berupa tulisan memakai huruf Kediri Kwadrat. Tempat pertapaan Goa Gajah diyakini merupakan bentuk tiruan dari pertapaan Kunjarakunja yang ada di India Selatan, maka relief yang dipahatkan pada pertapaan Goa Gajah adalah pahatan-pahatan alam pegunungan.

Bagian dalam ruangan utama memiliki 11 buah ceruk (tempat bertapa) berbentuk horisontal. Pada ujung barat terdapat arca Dewa Ganesha, sedangkan di ujung timur terdapat 3 buah lingga dan masing-masing lingga tersebut di kelilingi lingga kecil. Pada bagian sebelah timur dapat ditemukan goa alami dan jenis patung-patung Budha serta pahatan-pahatan batu tebing yang sebagian besar telah jatuh di pinggiran sungai yang juga akibat gempa bumi.

Relief Kuno YEH PULU

peninggalan sejarah relief yeh pulu bali
Relief Yeh Pulu berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar. Dari Gianyar berjarak sekitar 8,4 km dimana objek wisata ini berada di jalur wisata Denpasar - Tampaksiring - Kintamani. Panjang relief ini kira-kira 25 m dan tingginya 2 M. Inilah relief terpanjang yang pernah di temukan di bali. Sejauh ini kondisi relief Yeh Pulu masih baik. Pertama kali ditemukan oleh seorang punggawa Kerajaan Ubud pada tahun 1925. Relief ini terbentang dari utara ke selatandan berkhir dengan ceruk pertrapaan. Serta dibatasi oleh pahatan ganeca. Dan di pahatan tersebut tampak deorang laki-laki yang mengangkat tangan, orang membawa pikul, orang menyembah, orang naik kuda dan sebagainya. Di duga relief ini berasal dari abad ke XV. Sayang sekali hingga kini belum diketahui benar cerita tersebut. Penelitian mengenai situs ini sampai kinipun masih terus dilakukan, hal ini menandakan bahwa di lokasi ini masih banyak hal-hal yang belum tergali.

Nama Yeh Pulu diambil dari gentong yang berdiri tepat di tengah sumber air yang disucikan yang berada di sebelah barat relief, berasal dari dua kosakata yakni “Yeh” yang memiliki makna air dan “Pulu” yang bermakna gentong. Relief Yeh Pulu paling tidak memiliki lima fragmen dengan kandungan cerita yang berbeda-beda. Namun relief-relief tersebut memiliki garis besar yakni bercerita tentang Krishna sebagai inkarnasi Bhatara Wisnu.

Pura Gunung Kawi

pura candi gunung kawi bali
Pura Gunung Kawi ini ditemukan pada tahun 1920, terletak di Desa Tampaksiring tidak jauh dari jalan raya menuju Istana Tampaksiring. Komplek Pura Gunung Kawi sangat luas dan terbagi dua karena dipisahkan oleh Sungai Pakerisan. Disini terdapat dua kelompok candi tebing yang terdiri dari lima buah candi yang terdapat di sebelah timur sungai. Diantara kelompok ini ada yang memuat prasasti yang memakai huruf tipe kediri yang diduga berasal dari abad XI masehi. Pada kelompok yang kedua terdapat di sebelah barat sungai terdiri dari empat buah candi tebing dan ceruk-ceruk pertapaan atau wihara, demikian juga halnya dengan candi yang disebelah timur sungai. Di sudut tenggara terdapat juga ceruk-ceruk pertapaan. Disebelah barat juga ada dan candi tebing yang sangat terkenal dengan nama Makam X, yang pada bagian pintunya juga memuat prasasti memakai huruf kediri. Menurut perkiraan komplek Gunung Kawi ini didirikan oleh Raja Anak Wungsu. Pura Gunung Kawi juga banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Konon pada jaman pemerintahan Raja Mayadenawa yang sangat bengis dan tidak percaya adanya Tuhan, daerah ini merupakan lintasan pelarian Raja Mayadenawa dengan para pengikutnya menuju Desa Taro, setelah terdesak dalam peperangan melawan para dewata yang mengejarnya. Karena ketakutan dengan pengikut Raja Mayadenawa, maka penduduk asli semuanya lari tunggang langgang, dan terpeleset diantara bebatuan pegunungan (sauh di batu). Sadar akan penduduk asli yang tidak berdosa dan dalam bahaya, maka Dewa Wisnu memberikan sumber kehidupan bagi penduduk yang tidak berdosa dalam wujud Air Suci. Sebagai ucapan rasa syukur penduduk maka di tempat ini dibangun Pura tempat pemujaan Dewa Wisnu yang dikenal dengan Pura Gunung Kawi yang dilengkapi dengan pancuran - pancuran beraneka fungsi seperti untuk air suci, mandi, dan lain - lainnya. Candi Tebing yang lain di Sungai Pakerisan adalah Candi Tebing Kerobokan, Candi Tebing Tegallingah dan diluar tempat itu adalah di Jukut Paku (Singakerta, Ubud) dan Tambahan (Bangli).

Pura Tirta Empul

air suci pura tirta empul bali
Pura Tirta Empul berjarak sekitar 36 km dari Denpasar, terletak tepat di sebelah Istana Presiden di Tampaksiring Bali yang dulu dibangun oleh presiden Soekarno. Sebuah prasasti Batu yang masih tersimpan di Desa Manukkaya menyebutkan Pura ini dibangun oleh Sang Ratu Sri Candra Bhayasingha Warmadewa di dewa di daerah Manukaya. Prasasti ini memuat angka tahun 882 caka (960 masehi). Di sini terdapat sebuah mata air yang sangat besar, yang hingga sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat dan juga untuk melukat oleh masyarakat dari seluruh pelosok Bali. Di pura ini terdapat sebuah lingga-yoni dan arca lembu. Pura Tirta Empul terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Pura Tirta Empul ini juga merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Bali khususnya Gianyar. Secara Etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan, sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala. Seperti biasa pura - pura di Bali, pura ini dibagi atas tiga bagian yang merupakan jaba pura ( halaman muka ), jaba tengah ( halaman tengah ), dan jeroan ( halaman dalam ). Pada jaba tengah terdapat 2 ( dua ) buah kolam persegi empat panjang dan kolam tersebut sudah mempunyai 30 pancuran yang berderet dari timur ke barat menghadap ke selatan.


Share:

Senin, 20 Januari 2014

Backpacker ke Lombok, Wisata Murah tapi Seru


Backpacker ke Lombok, Wisata Murah tapi Seru - Pulau Lombok adalah salah satu tujuan wisata di Indonesia yang diimpikan banyak traveler lokal maupun asing karena di sini terdapat banyak sekali tempat wisata yang masih alami. Salah satu yang menjadi favorit wisatawan di Lombok adalah deretan beberapa pulau kecil seperti Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, karena keindahan lautnya serta
Share:

Kamis, 09 Januari 2014

Pura Lingsar - Simbol Kerukunan Beragama di Lombok

Seperti halnya Bali, di Lombok juga terdapat beberapa pura yang bisa kita kunjungi diantaranya adalah Pura Lingsar. Pura ini dibangun oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem pada tahun 1741 dan di anggap sebagai pura paling suci di Pulau Lombok. Keunikan dari pura ini karena adanya penggabungan dari nilai-nilai budaya agama Hindu dan Islam wetu telu. Hal ini bisa dilihat dari wilayah pura yang
Share:

Rabu, 01 Januari 2014

Keindahan Wisata Pantai Pink di Lombok Timur


Pantai Pink Lombok sebenarnya merupakan julukan atau nama lain dari Pantai Tangsi. Tempat wisata di Lombok Timur dinamakan Pantai Pink karena warna pasir di pantai ini terlihat sedikit kemerah-merahan atau pink. Pantai ini terletak di Desa Sekaroh, sebuah desa kecil di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Warna yang tidak biasa inilah yang menjadikan pantai Tangsi atau pantai Pink sebagai tempat
Share:

Rabu, 25 Desember 2013

Objek Wisata Di Buleleng

Buleleng

Kabupaten Buleleng memiliki wilayah terluas diantara kabupaten lainnya di Bali yaitu hampir 1/3 luas Pulau Bali, kabupaten ini terletak di bagian paling utara Pulau Bali dengan ibukota Singaraja. Di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana, sebelah selatan dengan Kabupaten Tabanan, Badung, dan Bangli, sebelah timur dengan Kabupaten Karangasem dan sebelah utara dengan Laut Jawa dan Bali. Bagian selatan Kabupaten Buleleng merupakan daerah yang berbukit, sedangkan di bagian utara merupakan dataran yang rendah.

Di Kabupaten Buleleng terdapat beberapa gunung, diantaranya adalah Gunung Tapak (1903 m) berada di Kecamatan Sukasada, gunung Jae (222 m) berada di wilayah Kecamatan Gerokgak. Selain gunung, di Kabupaten Buleleng juga terdapat dua danau yaitu Danau Tamblingan (110 hektar) berada di Kecamatan Banjar dan Danau Buyan (360 hektar) terletak di Kecamatan Sukasada. Buleleng juga memiliki kawasan wisata pantai tempat melakukan diving (menyelam), berenang, yang juga merupakan tempat wisata terkenal di Bali yaitu pantai Lovina dan pulau Menjangan yang memiliki alam bawah laut yang indah.

Beberapa tempat wisata di Buleleng yang dapat anda kunjungi selama berlibur di Bali sebagai berikut:

Air Sanih

kolam renang air sanih bali
Air Sanih atau Yeh Sanih merupakan obyek wisata kolam renang terkenal dengan sumber mata air yang alami. Terletak di Desa Sanih Kecamatan Kubutambahan sekitar 17 km sebelah timur kota Singaraja. Pemandian ini berada tepat di tepi pantai yang jaraknya hanya beberapa meter dari laut. Tapi uniknya air kolam tidak asin sama sekali, karena mata air kolam ini merupakan aliran sungai dalam tanah yang berasal dari Danau Batur. Masyarakat memercayai air yang mengucur tanpa henti itu adalah mata air suci dari Gunung Batur di Kabupaten Bangli. Jarak Batur ke Yeh Sanih sekitar 40 kilometer.

Pemandian Air Sanih sudah mulai dikenal sebagai objek wisata bagi penduduk lokal sejak tahun 1930, saat ini telah banyak di kunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Ada dua kolam ditempat ini, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak. Beberapa meter di sebelah utaranya dikelilingi oleh laut yang relatif aman untuk berenang dan aktifitas olah raga air lainnya atau hanya sekedar berbaring bermalas-malasan di atas pasir pantai yang hitam. Letaknya yang menghadap langsung ke laut lepas menjadi keindahan tersendiri, saat anda berendam anda akan di suguhkan pemandangan pantai yang menawan.

Pemandian ini memiliki lingkungan yang sangat cocok bagi mereka yang mencari kedamaian untuk relaksasi dan mejauh dari rutinitas kesibukan sehari-hari. Suasana alamnya sangat asri, air yang jernih kehijauan, dan keramaian akan membuat anda merasa sangat nyaman dan rileks saat berada di pemandian. Menurut legenda objek wisata air sanih atau yeh sanih ini digunankan sebagai tempat pemandian pasangan muda agar hubungan mereka semakin langgeng .

Disekitar obyek ini telah tersedia beberapa penginapan kecil dan restoran dan areal parker sebagai sarana pendukungnya. Air Sanih merupakan salah satu destinasi wisata menarik di pantai Lovina dan berjarak tidak jauh dari Lovina Beach Resort . Di dekat air sanih ini sekitar 500 meter , terdapat tempat untuk menyelam (snorkeling) karena pantai di dekat air sanih memiliki keindahan bawah laut dan terumbu karang yang sangat menarik dan mempesonan. Selain di gunakan sebagai tempat objek wisata , sumber dari air sanih ini juga sering di gunakan dalam upacara adat agama Hindu .

Air Terjun Gitgit

wisata alam pulau bali
Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk diantara suara deburan air terjun dan riuhnya kicauan burung. Air Terjun Gitgit merupakan air terjun tertinggi di Pulau Dewata Bali, terletak di Desa yang sesuai dengan namanya yaitu desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Untuk menuju lokasi kita akan turun dengan jalan kaki sepanjang 600 meter setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemandu lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Sepanjang jalan menuju air terjun kita akan menyaksikan hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi, juga rimbunan pohon bambu yang hijau dan menyegarkan memberikan suasana damai dan alami.

Dengan lingkungan persawahan, perkebunan serta kawasan hutan tropis disekitarnya yang asri membuat tempat ini sangat cocok bagi mereka yang gemar akan petualangan dan wisata alam seperti trekking atau hiking. Air terjun gitfit ditemukan pertama kali pada tahun 1815 oleh belanda yang saat itu menduduki bali. Air terjun ini akhirnya dijadikan tempat pemandian berkelas. Karena hanya boleh dipergunakan oleh kaum bangsawan Belanda, masyarakat sekitar memberi sebutan air terjun ceburan tuan yang berarti pemandian bangsawan. Kemudian, sejak 1980-an, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar mulai mengelolanya secara lebih intensif.

Rute menuju objek wisata alam ini bisa diakses langsung dari jalur utama Denpasar-Singaraja. Karena rutenya Denpasar-Singaraja maka sebelum sampai di sini anda akan melewati kebun raya Bedugul dan objek wisata Danau Beratan, danau Buyan dan danau Tambingan. Setelah lewat danau Beratan jalananan akan menanjak sampai point view danau Tamblingan, disini anda bisa menikmati pemandangan danau atau melihat-lihat monyet atau memberikan monyet makanan, setelah dari sini jalanan mulai menurun tetapi tetap banyak tikungan jadi harap lebih berhati-hati demi keselamatan. Fasilitas bagi wisatawan sudah cukup lengkap, selain area parkir yang memadai, ada pula toko souvenir dan tempat makan.

Air Terjun Melanting

melanting waterfall bali
Air terjun Melanting memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter, berada ditengah-tengah hutan kopi dan cengkeh di penghujung timur Desa Munduk Kecamatan Banjar ± 42 km sebelah selatan dari Kota Singaraja dan sekitar kurang lebih 70 km dari kota Denpasar. Air Terjun Melanting juga dapat dicapai dari kawasan wisata Bedugul sekitar 30 menit perjalanan yang berjarak 20 km. Deburan air dan suara burung kecil dalam suasana yang terpencil memberikan kesan alami bagi pengunjung yang datang. Udara yang segar yang masih belum terkena polusi udara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara.

Setelah tiba di area parkiran kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 m meter melalui jalan setapak hingga tiba di depan air terjun.  Bila membawa kendaraan roda dua masih memungkinkan dibawa hingga mendekati air terjun di dekat pos masuk. Setelah mengunjungi tempat wisata air terjun melanting ini anda dapat beristirahat sejenak di restoran sekitarnya sambil menikmati hidangan kopi dan juga sayuran yang berasal dari perkebunan di desa Munduk. Dsini juga tersedia berbagai makanan international seperti waffle banana, sandwich dan iced cappuccino. Di restoran ini kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah, hamparan perkebunan kopi dan cengkeh yang hijau membuat mata menjadi rileks dan membuat tenang setelah menikmati indahnya air terjun melanting.

Disamping Potensi air terjun dan Danau Tamblingan Desa Munduk juga kaya akan potensi lainnya seperti perkebunan kopi dan cengkehnya serta tanaman buah-buahan seperti jeruk dan perkebunan bunga, hamparan sawah (Rice Terrace) yang eksotis sangat digemari oleh wisatawan untuk trekking.

Air Terjun Les

Air Terjun Les terletak di Desa Les Kecamatan Tejakula, ± 38 km timur dari Kota Singaraja. Air Terjun ini mencapai ketinggian kurang lebih 30 meter yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang alami dengan latar belakang perbukitan. Disamping air terjun, desa ini juga mempunyai potensi yang tidak kalah menariknya seperti pantai Desa Les yang terletak di sebelah utara tidak jauh dari air terjun ini yang memiliki keindahan pemandangan bawah laut.

Danau Buyan dan Danau Tamblingan

wisata alam pulau bali
Danau Buyan dan Danau Tamblingan sering dianggap sebagai danau kembar karena letaknya yang berdekatan. Dari segi wilayah, Danau Buyan terletak di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada dan Danau Tamblingan terletak di Desa Munduk Kecamatan Banjar. Kedua danau ini dapat di tempuh dari Kota Singaraja sejauh ± 24 km melalui Desa Gitgit dan ± 42 km lewat Kota Seririt ke selatan menuju Desa Munduk. Keaslian dan keasrian alam dikedua danau ini masih sangat terasa misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di danau tersebut. Masyarakat sekitar lebih memilih menggunakan perahu-perahu kecil untuk memancing.

Danau-danau ini merupakan bagian dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Danau Buyan diapit oleh dua danau lainnya, yaitu Danau Tamblingan di sebelah barat dan Danau Beratan di timur. Danau Buyan adalah yang terbesar dari ketiganya. Di antara danau Buyan dan Tamblingan dipisahkan oleh hutan sepanjang kurang lebih satu kilometer, terdapat sebuah kolam yang terhubung langsung dengan danau Buyan melalui sebuah kanal sempit. Oleh masyarakat kolam ini dinamakan Telaga Aya.

Di danau ini sangat ideal untuk melakukan rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Danau Tamblingan terletak paling utara diantara ketiga danau tersebut, tepatnya di lereng sebelah utara Gunung Lesung. Tempat ini memang tidak dikembangkan untuk daerah pariwisata modern untuk menjaga kealamian alamnya.

Terasering (Rice Terrace) Ambengan

bali rice terrace
Wisata alam pedesaan lainnya di Kabupaten Buleleng Bali yaitu, Ambengan, sebuah desa yang letaknya berada di atas bukit hijau di Kecamatan Sukasada, berjarak sekitar 6 km sebelah selatan kota Singaraja. Karena letaknya di daerah perbukitan serta mayoritas penduduknya bertani, desa ini dihiasi oleh hamparan sawah  berterasering yang sangat indah. Disamping potensi teraseringnya, Ambengan juga memiliki lebih dari empat objek wisata air terjun dan beberapa kolam alami yang cukup lebar serta sangat eksotis yang sering disebut sebagai sebuah taman yang tersembunyi, dimana para wisatawan bisa berenang sambil menikmati hawa sejuk pedesaan.

Kondisi alamnya yang dikelilingi persawahan dengan sistem terasering (sengkedan) dan didukung dengan empat air terjun serta beberapa kolam alami, membuat pemandangan Desa Wisata Ambengan semakin mempesona para wisatawan. Anda dapat melakukan berbagai macam aktifitas di desa ini, diantaranya adalah camping, tracking atau sekedar hiking jalan santai menikmati kawasan pedesaan dengan bukit hijau yang menarik untuk ditelusuri, tentunya hal ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Hal inilah yang menjadikan Desa Wisata Ambengan di Kabupaten Buleleng Bali ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Selain potensi alamnya, Desa Ambengan juga termasuk pusat kerajinan pelepah pisang dan daun-daun kering di Buleleng, bahkan Bali. Pelepah pisang dan daunyang dikeringkan itu dianyam atau ditempel sehingga menjadi barang-barangsuvenir yang artistik seperti album foto, bingkai, tas, kotak handphone dan dompet. Hasil kerajinan itu bahkan diekspor ke mancanegara melaluiperusahaan kargo di Ubud dan Kuta. Desa wisata Ambengan sama dengan  Desa Wisata Penglipuran yang merupakan satu diantara desa wisata yang ada di pulau Dewata Bali.

Terasering (Rice Terrace) Busungbiu

Persawahan bersusun atau terasering (rice terrace) ini terdapat di penghujung selatan Desa Busungbiu kira-kira 39 km sebelah selatan kota singaraja, di pinggir jalan utama Singaraja - Denpasar via Pupuan. Hamparan persawahan ini terlihat sangat menakjubkan yang dilatar belakangi oleh perbukitan hijau, ditengah-tengah persawahan terlihat untaian sungai yang berkilauan dengan airnya yang mengalir. Aktifitas petani di sekitar persawahan membawa para pengunjung pada suasana pedesaan yang alami. Di pinggir jalan juga disediakan panggung yang terbuat dari kayu

Terasering ini terdapat beberapa gazebo yang bisa di gunakan para pengunjung untuk duduk-duduk sambil menikmati bekal yang dibawa menyaksikan terasering yang asri, segar dan alami di pinggir hamparan persawahan dengan leluasa. Banyak wisatawan asing yang sudah berkunjung dan menikmati indahnya keasrian terasering busungbiu ini. Hamparan sawah yang luas dan juga udara yang segar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang suka dengan keindahan alam. Bagi wisatawan yang suka trekking persawahan dan juga sungai, busungbiu bisa di jadikan destinasi utama sebagai tujuan berwisata.

Gedong Kertya dan Museum Buleleng

Objek wisata lainnya di Buleleng adalah Gedong Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan lontar hanya satu-satunya di Indonesia bahkan yang ada di dunia. Terdapat koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.

Beberapa meter di sebelah timur Gedong Kertya, terdapat Museum Buleleng yang didirikan pada tanggal 30 Maret 2002, dimana tersimpan koleksi-koleksi yang meliputi benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.

Pura Pulaki

Di Buleleng juga terdapat beberapa pura yang menjadi tujuan wisata di daerah ini. Satu diantaranya ialah Pura Pulaki yang terletak di Desa Banyupoh,Kecamatan Gerokgak ± 53 km sebelah barat dari Kota Singaraja. Pura ini termasuk salah satu Pura Dang Khayangan (Penyungsung Jagat Bali) yang ada di Bali (seperti halnya Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, Pura Uluwatu di Kabupaten Badung dan lainnya), yaitu suatu pura yang merupakan tanggung jawab langsung oleh pemeluk Agama Hindu di Kabupaten, dalam hal ini Kabupaten Buleleng.

Pura ini mempunyai pesanakan (keluarga) pura yang letaknya berdekatan seperti pura Pemuteran, Pura Melanting, Pura Kerta Kawat dan Pura Pabean. Masing-masing Pura ini difungsikan untuk keperluan tertentu dalam kehidupan berspiritual di Bali. Ratusan kera-kera hidup di sekitar wilayah Pura ini.

Pura Beji

Pura ini berlokasi di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan lebih kurang 8 km di sebelah timur Kota Singaraja dan masuk sekitar 500 meter ke jalan menuju pantai. Lokasi ini mudah dicapai dengan kendaraan roda empat. Pura yang dimiliki oleh karma/anggota subak desa ini berada di tengah-tengah wilayah pertanian Desa Sangsit. Daya tarik dari pura ini adalah hampir semua bagian dari pura ini dihiasi oleh ukiran style Buleleng berbentuk tumbuh-tumbuhan merambat dan motif bunga ciri khas Bali Utara tidak ada bagian yang kosong tanpa ukiran.

Pura Meduwe Karang

Terletak di Desa Kubutambahanm, Kecamatan Kubutambahan ± 12 km sebelah timur Kota Singaraja, kurang lebih 1 km dari pertigaan Singaraja, Kubutambahan dan Kintamani. Pura ini tempat memohon agar tanaman di tegalan bias berhasil dan baik. Gugusan tangga mengantarkan pengunjung ke suatu areal luar pura (Jabaan) yang luas yang di bagian depannya dihiasi patung-patung batu padas berjumlah 34 yang diambil dari tokoh-tokoh dan adegan-adegan ceritera Ramayana. Yang unik, pada bagian bawah dinding disebelah utara terdapat ukiran relief orang naik sepeda yang roda belakangnya terbuat dari daun bunga teratai.

Pura Dalem Jagaraga

Pura Dalem Jagaraga terletak di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan 11 km sebelah timur Kota Singaraja, dipinggir jalan jurusan Singaraja-Sawan. Desa ini terkenal dengan “Puputan Jagaraga” perang melawan Belanda pada tahun 1848 dibawah komando I Gusti Ketut Jelantik. Lingkungan Pura Dalem ini memiliki keunikan tersendiri yaitu relief mobil kuno yang dikendarai oleh orang yang bersenjata, relief pesawat jatuh, relief orang Belanda minum bir dan lain-lain. Juga patung “Men Brayut” cerita Rakyat Bali tentang seorang ibu dengan anak banyak yang masih kecil bergayutan minta digentong semua. Pura seperti ini tak bisa ditemukan di tempat lainnya di Bali.

Makam Jaya Perana

Jaya Perana dan Layon Sari merupakan simbol cinta yang suci dan sejati, seperti halnya kisah romantis cerita Romeo dan Juliet di Eropa atau Sampek Engthai di Cina. Makan Jaya Perana dan Layon Sari ini terletak di kawasan hutan belukar Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, ± 67 km sebelah barat Kota Singaraja.

Jaya Prana dan Layon Sari adalah pasangan suami isteri yang sangat ideal pada masa Kerajaan Wanekeling Kalianget tempo dulu. Karena kecantikannya sang raja jatuh cinta pada Layon Sari kemudian dengan tipu muslihatnya ia berhasil membunuh Jaya Prana. Sedangkan Layon Sari, setelah mengetahui hal tersebut ia tidak mau diperistri oleh sang raja, akhirnya memilih bunuh diri untuk menyusul suami tercintanya. Setiap Bulan Purnama dan Bulan Mati (Tilem) dan hari-hari suci lainnya seperti Galungan, Kuningan, dan lain-lain banyak umat melayat datang ke kuburan ini.

Pantai Lovina

lovina dolpin bali
Tempat wisata Pantai Lovina terletak di pesisir utara Pulau Bali tepatnya di Desa Kalibukbuk 10 km sebelah barat Kota Singaraja. Karena itu, kadang orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk. Daya tarik utama dari pantai ini adalah air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena keadaan lautnya yang tenang, pantai Lovina sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkeling, berenang, memancing, berlayar, mendayung atau hanya sekedar berendam di air laut yang masih alami sehingga menarik untuk dikunjungi.

Disamping daya tarik pantainya, yang juga sangat menarik di kawasan Lovina adalah adanya ikan lumba-lumba yang hidup dalam habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih 1 km lepas pantai ke tengah laut perairan Lovina. Oleh karena itu kawasan Lovina terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba liar. Anda dapat langsung menyaksikan tingkah laku yang lucu dan bersahabat dari lumba-lumba langsung di habitatnya. Tentu ini akan menjadi pengalaman liburan yang sangat menarik yang tidak terdapat di tempat wisata lainnya di pulau Bali.

Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar ini kita dapat menggunakan jasa nelayan tradisional. Banyak sekali sampan atau perahu yang disewakan untuk melihat atraksi lumba-lumba tersebut. Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada saat itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini adalah petualangan yang menakjubkan menyaksikan dari dekat keindahan binatang laut berwarna hitam yang lucu tersebut. Biasanya para wisatawan sudah berkumpul di pantai sekitar pukul 5.30 WITA untuk berangkat ke tengah laut.

Perjalanan dengan menggunakan perahu kecil ini hanya bisa mengangkut maksimal 4 orang selain nelayan pengemudi perahu. Perahu akan membawa Anda sekitar satu hingga dua kilometer ke arah tengah laut ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul. Selama perjalanan, Anda bisa melihat-lihat pemandangan laut yang luas dan seraya perahu menjauhi daratan, Anda bisa melihat daratan Lovina dari kejauhan seperti siluet. Dan apabila ada sekelompok lumba-lumba yang melompat, sang nelayan akan memberitahu perahu-perahu lain di sekitarnya sehingga perahu-perahu tersebut akan menambah kecepatan untuk mengejar sekelompok lumba-lumba itu. Tentu anda dapat merekam sewaktu lumba-lumba tersebut berlompatan di tengah laut. Pengejaran ini akan berlangsung kira-kira 3 jam. Apabila Anda sudah merasa mual karena mabuk laut Anda tidak perlu ragu ragu untuk memberitahu sang nelayan untuk kembali ke daratan.

Namun ada juga para wisatawan yang tidak bisa melihat lumba-lumba tersebut. Hal ini tergantung dari faktor alam seperti cuaca, pasangnya air laut, arah angin, dan tentu saja keberuntungan anda untuk dapat melihat lumba-lumba liar tersebut.

Fasilitas wisata seperti hotel dan cottage cukup banyak tersedia di pantai Lovina. Beberapa hotel terbaik dan akomodasi dekat pantai Lovina yaitu The Damai, Sunari Villas & Spa Hotel, Royal Residence Rangdu, and Agus Homestay. Restoran, toko-toko suvenir, transportasi, dan layanan pertukaran mata uang juga tersedia di daerah ini.

Pulau Menjangan

wisata pulau menjangan bali
Hamparan pantai berpasir putih dan taman bawah laut beraneka warna, melengkapi kesempurnaan dan keindahan alam bawah laut Pulau Menjangan yang berada sekitar 10 km di lepas pantai ujung barat laut pulau Bali. Pulau Menjangan adalah Pulau Karang yang terletak di Desa Sumber Klampok Kecamatan Grokgak ± 55 km sebelah selatan Kota Singaraja. Pulau Menjangan merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di Dunia. Disini keindahan dan misteri pemandangan bawah laut dapat ditemukan. Kecantikan taman lautnya telah mampu menarik perhatian para penyelam tingkat dunia. Pulau ini adalah bagian dari TNBB (Taman Nasional Bali Barat) dan semua kehidupan di pulau ini dilindungi. Tidak diperkenankan memancing, mencari karang atau berburu binatang disini. Di pulau inilah, aktivitas penyelaman pertama kali ditekuni secara serius di Bali, yaitu pada tahun 1978 saat Angkatan Laut Indonesia menjadi sponsor sebuah acara gathering atau kegiatan menyelam bersama dengan klub-klub penyelaman di Indonesia: POSSI, Ganesha, Nusantara, dan Trisakti.

Pulau cantik ini dinamakan Pulau Menjangan karena keberadaan kawanan rusa liar yang berenang ke pulau itu menempuh jarak sejauh 1,2 mil setiap musim semi. Di pulau tak berpenghuni ini, menjangan memang banyak terlihat tapi populasinya kian menurun. Untuk itulah pemerintah melakukan usaha konservasi dengan menjadikannya sebagai Taman Nasional Bali Barat untuk melindungi habitat menjangan dari kepunahan dan tentunya untuk menjaga kelestarian alam serta keanekaragaman hayati Pulau Menjangan dan sekitarnya.

Pulau yang dikenal sebagai wall diving terbaik di Bali ini memiliki taman bawah laut yang sangat cerah dan penuh warna sekaligus kaya biota laut. Pulau Menjangan dikelilingi terumbu karang yang ditandai dengan drop off  sedalam 60 meter dan formasi batuan yang kompleks. Formasi batuan tersebut membentuk sejumlah gua-gua besar dan kecil yang menjadi habitat bagi terumbu karang, karang lunak, kerapu besar, dan belut moray.  Di gua-gua kecil, kakap kecil dan batfish banyak terlihat hilir mudik. Dasar lautnya juga kaya akan barrel sponges dan sea fans yang bahkan dapat mencapai ukuran yang sangat besar.  Kedalaman laut dan aliran arus yang tenang menjadikan taman bawah laut sekitar Menjangan adalah tempat hidup bagi tuna, gerombolan jackfish, batfish, angelfish, penyu laut, bahkan hiu.

Pada kedalaman sekira 45 meter, terdapat titik menyelam Anchor Wreck. Sesuai namanya, terdapat bangkai kapal lengkap dengan jangkarnya yang sudah berkarat. Lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Anker atau Kapal Budak. Diduga bangkai kapal ini adalah bangkai kapal laut Belanda pada abad ke-19 yang tenggelam pada masa terjadinya Perang Dunia II. Kapal ini dinamakan Kapal Budak karena diduga mengangkut budak dari Bali menuju  ke Batavia (sekarang Jakarta). Di bagian dalam kapal, ditemukan peti-peti berisi keramik dan botol kaca yang sudah ditumbuhi karang lunak. Saat berada di bangkai kapal ini, besar kemungkinan akan ditemui penyu dan ikan hiu.

Eel Gardens adalah titik penyelaman yang terletak di bagian barat Menjangan dan disebut-sebut sebagai tempat menyelam terbaik di Pulau Menjangan. Sesuai namanya, di kawasan ini terdapat sejumlah besar koloni garden eel dan sea fans.  Penyelaman dimulai dari dinding di kedalaman sekira 40 meter yang kaya gorgonia dan jenis biota atau tumbuhan laut lainnya. Kawasan ini juga tenar sebab pesona pasirnya yang putih berkilau di tepi garis pantainya.

Secret Bay adalah titik penyelaman yang merupakan surga bagi para makro-fotografer, video-operator, dan ahli biologi kelautan. Tidak ada terumbu karang di titik penyelaman dangkal ini (tidak lebih dari 9 meter); aktivitas penyelamannya dikenal dengan nama muck diving. Terletak di dekat pelabuhan Gilimanuk, kawasan penyelaman ini memiliki dasar laut berupa pasir vulkanis (berlumpur) berwarna abu-abu dan merupakan habitat bagi biota laut yang langka dan endemik. Bahkan, baru-baru ini sejumlah ahli kelautan menemukan 4 jenis anglerfish yang baru pertama kali ditemukan, termasuk diantaranya adalah Sargassum anglerfish, Spotfin anglerfish, dan terutama Tono anglerfish yang secara khusus menarik perhatian besar para peneliti kelautan. Selain ikan langka tersebut, kawasan ini adalah rumah bagi banyak kuda laut dengan beragam jenis, seperti dragonets, ghostpipefish, nudibranch, lionfish, udang laut, belut pita, dan lain sebagainya.

Cara utama untuk sampai ke Pulau Menjangan adalah menggunakan perahu yang dikelola Taman Nasional Bali Barat. Perahu ini berada di pelabuhan kecil bernama Labuhan Lalang di Teluk Terima. Alternatif lain adalah naik perahu dari dermaga kecil di Teluk Banyuwedang, bersebelahan dengan Mimpi Menjangan Resort. Untuk sampai ke Labuhan Lalang atau Banyuwedang, dari kawasan wisata Kuta, Sanur, Nusa Dua (berjarak sekira 140 km), dibutuhkan waktu sekira 3 jam atau lebih dengan jalur melalui Denpasar. Dari Tulamben, perjalanan darat dapat ditempuh sekira 2,5 jam berkendara melintasi sepanjang pantai utara Bali.

Perjalanan perahu ke Pulau Menjangan membutuhkan waktu antara 30 sampai 40 menit, tergantung pada cuaca dan beban perahu. Dalam perjalanan menuju Pulau Menjangan, di kejauhan tampak pemandangan gunung api di Jawa Timur-Prapat Agung. Saat Anda melakukan aktivitas penyelaman, awak yang menjalankan perahu akan menunggu Anda di rumah pohon di pohon-pohon bakau yang sengaja mereka buat sebagai tempat istirahat.

Saat terbaik mengunjungi dan menjelajahi keindahan alam bawah laut Pulau Menjangan adalah pada bulan April hingga November. Mengingat Pulau Menjangan adalah pulau tak berpenghuni dan minim akomodasi maka bawalah bekal makan dan minum yang cukup, obat-obatan, sunblock, dan kebutuhan lainnya. Alat pendukung penyelaman dapat Anda sewa di resort terdekat sebelum menuju Pulau Menjangan.

Sebagai pulau tak berpenghuni, Pulau Menjangan tidak memiliki akomodasi berupa penginapan, restoran, toko, dan lainnya. Kebutuhan akomodasi tersedia di pulau-pulau terdekat di sekitar kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan atau sekitar Pemuteran seperti, The Menjangan, West Bali National Park, Mimpi Resort Menjangan, Taman Sari Bali Resort and Spa, Pondok Sari Beach & Bungalow Resort, dll.

Taman Nasional Bali Barat

wisata alam pulau bali indonesia
Bagi Anda yang menyenangi trekking, bertandanglah ke Taman Nasional Bali Barat. Taman nasional dengan luas 76.312 hektar ini, menawarkan alam tropis yang masih alami dengan beragam jenis flora dan fauna liar, termasuk yang berstatus langka dan dilindungi. Juga merupakan rumah bagi burung beo yang langka yang masih tersisa seratusan ekor. Burung ini berwarna putih nan cantik, dengan ujung sayap berwarna hitam dan garis biru disekitar matanya. Di sini juga terdapat Javan buffalo atau banteng yang langka, dengan 30 sampai 40 ekor yang masih tersisa di kedalaman hutan. Hewan lain yang ada di sini antara lain, rusa, kancil, macan tutul, musang, beruk, dan beberapa jenis kera lainnya. Oleh karena itulah, TNBB merupakan habitat bagi sejumlah hewan dan tumbuhan yang dilindungi.

Taman Nasional Bali Barat terletak di bagian barat Pulau Bali, di Des Sumber Klampok Kecamatan Gerokgak ± 70 km sebelah barat Kota Singaraja.  Sebagian besar wilayahnya berada di wilayah Kabupaten Buleleng (di Desa Sumber Klampok) dan sisanya di wilayah Kabupaten Jembrana. Untuk sampai ke kawasan ini dapat dicapai dengan kendaraan darat dari Denpasar selama 3 jam. Areal ini secara resmi dinyatakan sebagai taman nasional melalui keputusan dirjen kehutanan no.46/kpts/sek/84 dengan tujuan melindungi dan melestarikan keberadaan flora dan fauna.

Fauna yang paling terkenal adalah “Jalak Bali ” atau Bali Starling, termasuk satwa yang dilindungi.  Areal ini adalah habitat asli dari jalak putih yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Burung ini merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali serta dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli dan merupakan habitat terakhir bagi burung jalak bali.

Ekosistem di dalam kawasan TNBB dapat dibilang lengkap dan unik karena merupakan perpaduan dua ekosistem, yaitu darat dan laut. Ekosistem darat meliputi ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, dan ekosistem river rain forest. Sedangkan tipe ekosistem laut meliputi ekosistem coral reef, padang lamun, pantai berpasir, perairan laut dangkal dan perairan laut dalam.

Fauna yang menghuni taman nasional ini ada 17 jenis mamalia dan 160 jenis burung (aves), ada pula berbagai jenis reptil dan ikan. Jenis-jenis fauna yang dilindungi di TNBB antara lain adalah jalak bali (Leucopsar rothschildi), trenggiling, kesih (Manis javanicus), jelarang, kapan-kapan (Ratufa bicolor), landak (Hystric branchyura), menjangan (Cervus timorensis), banteng (Bos javanicus), pelanduk, kancil (Trangulus javanicus), biawak (Varanus salvator), penyu rider (Lepidochelys olivceae), dan lain sebagainya.

Flora yang telah diidentifikasi di TNBB ada sekira 176 jenis meliputi pohon, semak, tumbuhan memanjat, menjalar, jenis herba, anggrek, paku-pakuan dan rerumputan. Jenis-jenis flora yang dilindungi di TNBB adalah: bayur (Pterospermum diversifolium), buni (Antidesma buniu), bungur (Langerstroemia speciosa), burahol (Steleochocarpus burahol), cendana (Santalum album), kemiri (Aleuritas moluccana), kepah (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), kruing bunga (Diptercocaus hasseltii), mundu (Garcinia dulcis, pulai (Alstonia scolaris), sawo kecik (Manilkara kauki), Sono keling (Dalbergia latifolia), dan trengguli (Cassia fistula).

Taman Nasional Bali Barat memiliki berbagai macam akomodasi dan fasilitas pendukung kegiatan wisata dan penelitian. Akomodasi yang dimaksud seperti pemandu wisata (guide), pondok jaga, pondok wisata (untuk istirahat wisatawan), menara pandang, jalan setapak untuk memudahkan penjelajahan, penyewaan peralatan selam, speed boat, dan lain sebagainya.

Pengunjung yang ingin ke Bali Barat harus mendapatkan izin terlebih dahulu yang bisa didapatkan secara gratis di Cekik, Labuhan Lalang atau di kantor Kementerian Kehutanan di Renon, Denpasar. Meskipun di sini terdapat tempat perlindungan, para trekker harus membawa alas tidur sendiri, lotion anti nyamuk, makanan, air dan perlengkapan lainnya.

Untuk kebutuhan penginapan, di sekitar Labuhan Lalang maupun di Pelabuhan Gilimanuk dan Negara banyak terdapat penginapan baik hotel melati, resort, maupun hotel berbintang. Beberapa hotel di kawasan sekitar TNBB seperti; The Menjangan West Bali National Park, Taman Wana Villas & Spa, Hotel Puri Sanih, Astina Sea Side Cottage, Pondok Wisata Amadeus, Billibo Beach Cottages, Pondok Wisata Gede, Hotel Buana Karya, Taman Wana Villa and Spa, Shorea Beach Resort, Villa Wilali.

Bali Handara Kosaido

pesona wisata pulau bali
Berada Di dataran tinggi Bali yang penuh dengan tumbuhan hijau pada ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut, disinilah Bali Handara Kosaido Country Club berdiri. Bali Handara Kosaido termasuk kawasan wisata golf terindah di Pulau Dewata Bali, merupakan salah satu lapangan golf terindah se-Asia, kawasan wisata golf Bali Handara Kosaido sangat digemari para pegolf mancanegara maupun domestik. Dataran tinggi ini bersuasana sejuk dan memiliki kondisi alam sempurna yang ideal untuk bermain golf dengan iklim tropis pulau Bali yang penuh daya pesona, diperindah lagi dengan pemandangan danau Buyan menjadikan Bali Handara Kosaido sebagai tujuan wisata golf yang nyaman di Bali.

Bali Handara Kosaido terletak sekitar 66 kilometer dari lapangan udara internasional Ngurah Rai Bali. Merupakan salah satu kawasan wisata golf terbesar dan terindah di bali, bahkan juga termasuk kawasan golf terbesar di dunia dengan 18 lubang(hole) dalam area seluas 7,024 yard, kawasan wisata golf ini dihiasi bunga berwarna-warni dan pohon flamboyan berwarna merah, hijau yang mendominasi pemandangan sekitar lapangan golf ini yang dirancang oleh Peter Thomson, Michael Wolferidge & Associates dan Driving Range.

Fasilitas pendukung yang ada disini yaitu tersedia 2 lapangan Tenis, Pusat Kebugaran & Kesehatan, toko perlengkapan Golf, pijat, mandi tradisional gaya Jepang dan Spa. Tersedia 1 Restauran dengan menu masakan internasional dan masakan otentik Jepang, Bar dengan Karaoke, Lobby Bar juga ruang pertemuan dan banquet yang dapat menampung antara 70 hingga 100 orang dan penginapan. Sebuah Luxury Bungalow dibangun dengan gaya Bali, semua kamarnya memiliki teras pribadi yang menghadap ke lubang golf, dilengkapi dengan alat pemanas yang bisa diset sesuai kebutuhan dan mini bar, wisatawan akan disuguhkan pemandangan padang golf yang indah dan sangat eksotis.

Perjalanan menuju Hotel Bali Handara Kosaido memang cukup jauh, tetapi wisatawan tidak akan merasa jenuh, karena selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan indah sawah hijau juga objek wisata terkenal di daerah Baturiti sampai Pancasari. Wisatawan akan melewati objek wisata seperti, Bedugul, pura Ulun Danu Bratan, danau Bulian juga restoran atau rumah makan yang menyediakan kuliner halal khas bali.

Desa Pemuteran

Pemuteran terletak dipesisir barat dari pulau Bali ± 55 km arah barat kota Singaraja dan 30 km dari Gilimanuk. Letaknya yang berada diantara gugusan perbukitan dan laut menjadikan tempat ini sangat eksotis. Pantai Pemuteran merupakan obyek wisata yang sangat cocok bagi wisatawan yang suka tempat sepi dan jauh dari kebisingan. Di sini terdapat karang laut yang dipelihara secara profesional dan juga proyek penangkaran penyu. Meskipun telah dikembangkan sebagai obyek wisata, pantainya masih terjaga keasliannya. Masyarakat pantai masih mempergunakan peralatan tradisional seperti perahu dan jaring untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari. Di desa ini juga terdapat Pura Pemuteran yang terkrenal dengan sumber air panasnya. Berbagai fasilitas wisata sudah tersedia di tempat ini, dari hotel melati sampai hotel bintang lima , restoran serta dive center dengan mudah dapat ditemui disini.

Pengembangan Mutiara

Perairan di bagian barat Buleleng memiliki banyak potensi yang sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Disamping potensi keindahan alam bawah lautnya seperti di Pulau Menjangan, juga terdapat pengembangan/budidaya mutiara yang terdapat di Desa Sumber Klampok ± 68 km sebelah barat Kota Singaraja dan di Desa Penyambangan. Sejak berabad-abad mutiara telah dijadikan simbol kealiman dan kesucian, maka tidak heran mutiara banyak dicari baik untuk tujuan bisnis maupun untuk dipakai sendiri. Para wisatawan disini akan disuguhkan suatu pengalaman yang unik, dimana wisatawan akan bisa melihat proses pengolahan mutiara dari yang masih di dalam kerang sampai yang sudah jadi.

Air Panas Banjar

Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 19 km sebelah barat dari Kota Singaraja dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring yang sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata dan wisatawan. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapat mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar.

Desa Julah

Merupakan desa tua yang dipercaya sebagai desa kuno di Bali yang masih banyak menyimpan peninggalan megalitik. Terletak di Kecamatan Tejakula ± 29 km sebelah timur Kota Singaraja. Dari tatanan desanya, desa ini menyerupai desa-desa kuna lainnya di bali seperti Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem. Desa yang terkenal dengan Baris sakralnya ini masih memiliki bangunan rumah tradisional serta Pura Desa yang dipercaya sebagai pura tertua di Bali , dan juga memiliki kerajinan tenun dengan ciri khas tersendiri.

Desa Sembiran

Desa Sembiran merupakan perkampungan tertua abad megalithic terletak di daerah perbukitan di Kecamatan Tejakula ± 30 km timur kota Singaraja. Begitu memasuki bagian depan desa ini, seluruh rumah yang tersusun, dilihat dengan sangat mempesona. Meski kemajuan teknologi sudah merambat dalam sistem kehidupan desa ini, namun sisi kehidupan upacaranya masih tetap dipertahankan di desa ini. Berbagai arkeolog dunia juga sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi desa ini.

Pelabuhan Buleleng

Terletak disebelah pesisir utara Kota Singaraja. Dijaman dulu ketika Singaraja sebagai ibu kota dari Nusa Tenggara adalah merupakan pusat pelayaran yang penting. Keputusan memindahkan Ibu Kota Propinsi Bali dari Bali Utara ke Bali Selatan adalah berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 propinsi, membuat Pelabuhan Buleleng menjadi kurang berfungsi. Kemerosotan pelabuhan buleleng mencapai puncaknya ketika pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang ± 40 km arah Barat Singaraja. Namun sejak Tahun 2005 bekas Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restauran terapung.

Desa Beratan

Desa Beratan terletak disebelah selatan Kota Singaraja. Kurang lebih berjarak hanya 1 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Desa ini dikenal sebagai pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajang dan bila berniat wisatawan bisa membelinya.


Share:

Sabtu, 21 Desember 2013

Sejarah Asal Usul Nama Pulau Lombok dan Suku Sasak

Lombok dan Sasak adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Lombok merupakan untuk sebutan untuk pulaunya, dan Sasak untuk menyebut suku orang Lombok. Lombok sendiri berasal dari bahasa Sasak yaitu “lombo,” yang berarti “lurus”. Sedangkan Sasak sebenarnya berasal dari kata “sak-sak” yang berarti “perahu bercadik”. Namun, banyak orang yang mengartikan Lombok berdasarkan bahasa melayu “cabe”
Share:

Definition List

Unordered List

Support